Investasi SDM Kota Batu: Genjot Program Beasiswa Seribu Sarjana demi Perkuat IPM
Dengan lonjakan anggaran yang agresif hingga tiga kali lipat dalam dua tahun, Pemkot Batu secara terbuka menempatkan pendidikan sebagai taruhan utama masa depan daerah—bahwa daya saing tidak lagi ditentukan oleh sektor wisata semata, melainkan kualitas SDM yang dibangun sejak sekarang.
KOTA BATU, SJP - Pemerintah Kota Batu mulai menaikkan skala investasi di sektor pendidikan melalui program beasiswa seribu sarjana. Tidak sekadar mempertahankan program, Pemkot kini mendorong ekspansi signifikan baik dari sisi jumlah penerima maupun besaran anggaran.
Kepala Bapelitbangda Kota Batu Bangun Yulianto pada Minggu (3/5/2026) menyebut tren peningkatan sudah terlihat sejak 2025. Saat itu, sebanyak 273 mahasiswa menerima beasiswa dengan total anggaran sekitar Rp 1,7 miliar. Memasuki 2026, jumlah penerima ditargetkan naik menjadi sekitar 400 mahasiswa dengan dukungan anggaran melonjak hingga Rp 5,6 miliar.
"Lonjakan lebih agresif disiapkan pada 2027. Pemerintah menargetkan sedikitnya 600 mahasiswa dapat terfasilitasi, dengan kesiapan anggaran mencapai Rp 8,1 miliar. Skema ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan daerah," paparnya.
Bangun menegaskan, arah kebijakan ini merupakan bentuk keberpihakan pada pendidikan sebagai instrumen utama peningkatan kesejahteraan. Semakin banyak warga yang mengenyam pendidikan tinggi, semakin besar peluang perbaikan taraf hidup secara berkelanjutan.
Dari sisi indikator, capaian pembangunan manusia di Kota Batu sudah berada pada level tinggi. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercatat di angka 80,35, sementara tingkat kemiskinan relatif rendah di kisaran 2,86 persen. Pemkot optimistis, ekspansi akses pendidikan tinggi akan semakin memperkuat tren positif tersebut.
"Meski dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang berdampak pada dana transfer daerah, Pemkot Batu tetap memprioritaskan sektor pendidikan. Program-program strategis, terutama yang berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas SDM, dipastikan tetap masuk dalam perencanaan pembangunan daerah," imbuhnya.
Selain pendidikan formal, perhatian juga diberikan pada pendidikan keagamaan. Pemerintah secara konsisten menyalurkan insentif kepada 1.911 tenaga pendidikan keagamaan sebagai bagian dari penguatan karakter masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menjelaskan bahwa program beasiswa dirancang inklusif. "Penerima tidak hanya berasal dari jalur akademik, tetapi juga non-akademik, masyarakat kurang mampu, hafiz Al-Qur’an, penyandang disabilitas, hingga guru non-ASN dan perangkat desa," tandasnya. (*)
Editor: Danu
What's Your Reaction?

