Diduga Alih Fungsi Lahan Pertanian, Petani Jambearum Jember Protes Perluasan Gudang

Pantauan di lokasi, tampak satu unit alat berat jenis eksavator tengah beroperasi di tengah lahan. Alat berat tersebut dikerahkan untuk meratakan tanah yang masuk dalam zona dilindungi.

24 Jun 2026 - 18:32
Diduga Alih Fungsi Lahan Pertanian, Petani Jambearum Jember Protes Perluasan Gudang
Lokasi pembangunan gudang milik PT Abadi Langgeng Gemilang. (Foto : Ulum/SJP)

JEMBER, SJP - Pembangunan gudang milik PT Abadi Langgeng Gemilang di Desa Jambearum, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, menuai protes dari para petani. Proyek perluasan gudang yang diduga mitra dari Perum Bulog ini, dituding telah mengalihfungsikan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) hingga memicu banjir di areal persawahan warga.

“Perluasan gudang ini memicu banjir di area persawahan kami para petani,” kata sumber petani yang enggan disebutkan namanya, Rabu (24/6/2026).

Keluhan dari para petani setempat akhirnya direspon dari pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Jambearum. Plt Sekretaris Desa Jambearum, Ahmad Zuhri, mengungkapkan, proyek tersebut membawa dampak buruk bagi sistem irigasi pertanian di wilayahnya.

"Banyak petani yang mengeluhkan adanya pembangunan gudang itu. Karena saluran air sawah jika hujan pasti meluap. Kenapa meluap? Karena irigasi sawah berada di bawah bangunan tersebut," ucapnya.

Zuhri menambahkan, tersumbatnya saluran irigasi ini. Membuat kawasan di sebelah utara bangunan kerap terendam banjir.

"Saking banyaknya yang laporan, kami menginventarisasi kemungkinan ada 10 hektare sawah yang terdampak," paparnya.

Kata dia, pihak Pemdes Jambearum menegaskan, status awal lokasi pembangunan tersebut murni merupakan kawasan hijau atau lahan persawahan produktif. Mereka pun mengaku kecolongan dengan adanya proyek gudang ini.

"Dulunya area ini area persawahan Mas, terutama sawah padi. Kami pihak desa tak henti-hentinya mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak mudah menjual sawahnya. Kami juga awalnya tidak tahu-menahu adanya alih fungsi lahan pertanian menjadi gudang," ungkapnya.

“Pihak desa sebenarnya sudah melayangkan teguran dan peringatan kepada manajemen PT Abadi Langgeng Gemilang. Namun, hingga kini teguran tersebut terkesan diabaikan dan belum ada tindak lanjut,” tambahnya.

Upaya konfirmasi telah dilakukan ke lokasi proyek PT Abadi Langgeng Gemilang. Namun, tidak ada pihak manajemen yang bersedia menemui awak media. Petugas keamanan (satpam) di lokasi hanya mengarahkan untuk menghubungi kepala gudang.

"Mending konfirmasi kepada Pak Eko, Mas. Nanti saya kasih nomornya untuk langsung ke beliau janjiannya," ujar satpam PT Abadi Langgeng Gemilang.

Saat kepala gudang bernama Eko, dihubungi via telepon dan dikirimi pesan singkat, yang bersangkutan tidak memberikan respons.

Pantauan di lokasi, tampak satu unit alat berat jenis eksavator tengah beroperasi di tengah lahan. Alat berat tersebut dikerahkan untuk meratakan tanah yang masuk dalam zona dilindungi. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow