Inovasi Peta Cinta Jember Sukses Meratakan Pelayanan Publik

Melalui program inovatif bertajuk Peta Cinta (Pelayanan Tuntas Cetak KTP-el di Kecamatan) yang diluncurkan sejak 5 Januari 2026, persoalan klasik berupa penumpukan dokumen dan antrean panjang pengajuan KTP-el kini berhasil diselesaikan secara menyeluruh di tingkat kecamatan.

06 Jul 2026 - 14:20
Inovasi Peta Cinta Jember Sukses Meratakan Pelayanan Publik
Bupati Jember Muhamad Fawait melalui program Peta Cinta Jember. (Ulum/SJP)

JEMBER, SJP - Pemerintah Kabupaten Jember berhasil mencetak pencapaian besar dalam mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) kepada masyarakat luas. 

Melalui program inovatif bertajuk Peta Cinta (Pelayanan Tuntas Cetak KTP-el di Kecamatan) yang diluncurkan sejak 5 Januari 2026, persoalan klasik berupa penumpukan dokumen dan antrean panjang pengajuan KTP-el kini berhasil diselesaikan secara menyeluruh di tingkat kecamatan.

Sebelum program ini berjalan, warga yang tinggal di area pelosok Jember harus mengorbankan waktu, tenaga, dan biaya transportasi yang besar untuk mengurus e-KTP ke pusat kota. 

Masalah geografis tersebut diperparah oleh keterbatasan blangko dan minimnya petugas di lapangan, sehingga warga sering kali menghadapi ketidakpastian hingga berbulan-bulan.

Kini, kebijakan tersebut dirombak total melalui penempatan dua petugas Dispendukcapil di setiap kecamatan, lengkap dengan mesin cetak, tinta, dan pasokan blangko yang dijamin aman.

Dampaknya instan, antrean cetak tahun 2025 yang sempat menyentuh angka 66 ribu pengajuan berhasil dituntaskan, dan tercatat sebanyak 111.648 keping KTP-el sukses dicetak langsung di 31 kecamatan di Jember sejak awal tahun 2026.

Kepala Dispendukcapil Kabupaten Jember, Bambang Saputro, menegaskan bahwa instansinya akan terus mempertahankan performa ini agar masyarakat mendapatkan hak administrasinya dengan cepat, mudah, dan tanpa biaya. 

"Kami berkomitmen untuk menjaga ketersediaan blangko KTP-el demi memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat Jember. Tidak boleh ada lagi masyarakat yang kesulitan atau menunggu lama hanya untuk mendapatkan hak identitasnya," kata Bambang Saputro.

Di sisi lain, pergeseran sistem pelayanan yang kini merata dan tidak lagi berpusat di kota ini merupakan perwujudan dari visi pembangunan daerah yang berorientasi pada masyarakat kecil. 

Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, menekankan bahwa prioritas kerja pemerintah daerah hari ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar yang langsung menyentuh rakyat di seluruh penjuru wilayah.

"Warga Jember tidak hanya tinggal di kota. Mereka ada di desa, di pelosok, di pinggir hutan, kebun, dan pantai. Kalau layanan hanya terpusat di kota, di situlah ketidakadilan bermula," pungkasnya. (***) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow