Imunisasi Campak di Kota Blitar Dikebut Hingga Akhir April
Pelaksanaan imunisasi campak untuk balita di Kota Blitar terus digenjot hingga akhir April 2026. Setiap puskesmas diminta untuk melakukan penyisiran terhadap balita yang sudah terdaftar namun belum menerima imunisasi.
KOTA BLITAR, SJP - Pemerintah Kota Blitar mempercepat pelaksanaan imunisasi campak bagi balita sebagai langkah antisipasi meningkatnya kasus di sejumlah daerah.
Hingga akhir April 2026, puskesmas diminta aktif melakukan penyisiran terhadap anak-anak yang belum mendapatkan vaksin.
Di wilayah Kecamatan Sananwetan, upaya tersebut mulai menunjukkan hasil signifikan. Dari total 265 balita yang menjadi sasaran, sebanyak 220 anak telah menerima imunisasi atau lebih dari 90 persen.
Pemegang Program Imunisasi Puskesmas Sananwetan, Fitri Aida Wati mengatakan capaian tersebut tidak lepas dari strategi jemput bola yang dilakukan petugas di lapangan.
"Kami tidak hanya menunggu di puskesmas, tapi juga mendatangi langsung ke sekolah dan lingkungan warga untuk memastikan semua balita terjangkau," kata dia, Senin (27/4/2026).
Program imunisasi campak ini telah berlangsung sejak awal April dan dijadwalkan berakhir pada 2 Mei 2026.
Untuk memenuhi target, petugas terus menggencarkan penyisiran, khususnya bagi balita yang sudah terdata namun belum menerima vaksin.
Fitria menambahkan, pihaknya menargetkan cakupan imunisasi bisa mencapai 95 persen dari total sasaran. Ia optimistis target tersebut dapat tercapai sebelum program berakhir.
Langkah percepatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut arahan pemerintah pusat dan provinsi, menyusul adanya peningkatan kasus campak di Indonesia. Meski demikian, hingga saat ini belum ditemukan kasus campak di wilayah Sananwetan sepanjang tahun 2026.
"Kalau tahun lalu sempat ada dua kasus campak dan rubella di Kelurahan Karangtengah," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Blitar Silvia Dewi Kusumawati menyebut total sasaran imunisasi campak di Kota Blitar mencapai sekitar 600 balita.
“Imunisasi ini diprioritaskan bagi anak yang belum pernah mendapatkan vaksin campak, sehingga perlu segera dijangkau," jelasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

