Imbas Banjir Luapan Sungai Lamong, Petani Padi di Gresik Merugi Jutaan Rupiah

Banjir imbas luapan Sungai Lamong berdampak ke Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Sejumlah petani pun merugi besar akibat insiden tersebut.

12 Jun 2025 - 19:38
Imbas Banjir Luapan Sungai Lamong, Petani Padi di Gresik Merugi Jutaan Rupiah
Foto: Petani Desa Munggu Gianti memaneh tanaman padi saat terendam banjir. (Foto:Anis/SJP)

GRESIK, SJP—Petani padi di Kecamatan Munggu Gianti dan Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, merugi hingga jutaan rupiah akibat dampak banjir luapan Sungai Lamong.

Tak tanggung-tanggung, banjir yang datang sejak Selasa (10/6/2025) itu merendam seluruh tanaman padi yang berdekatan dengan saluran air irigasi. 

Seperti halnya dialami petani Desa Munggu Gianti, Usman (54). Dia mengalami kerugian mencapai Rp5 juta akibat tanaman padi seluas setengah hektare terendam banjir. Padahal, tanaman padi tersebut sudah memasuki masa panen.

"Kalau dari angka produksi tanam, pupuk, ya merugi sekitar lima juta," kata Usman. 

Usman mengatakan, padi kalau sudah terendam banjir maka harganya hancur saat dilakukan panen. Biasanya sesuai harga pokok penjualan (HPP) Rp6.500 per kilogram. Sekarang anjlok Rp5.500—Rp50.000 per kilogram. 

Bahkan ada beberapa tengkulak yang membeli gabah para petani semaunya sendiri dengan harga di bawah Rp50.000 per kilogram. 

"Ya alasannya gabahnya kurang bagus. Petani butuh uang akhirnya ditawar berapa saja ya dijual," keluhnya.

Menurut dia, kalau maksimal tanpa terdampak banjir hasil panen padi mencapai 45—50 sak atau berat 2,5 ton.

"Kalau seperti ini hancur-hancuran," tambahnya. 

Banjir imbas luapan Sungai Lamong yang terjadi setiap tahun, kata dia, juga akibat pemerintah kurang serius dalam penanganannya. Bantuan sosial yang diberikan seperti sembako dan santunan tidak membuat banjir berhenti setiap tahunnya.

"Seharusnya saat musim ketiga dikeruk atau diperlebar Sungai Lamong atau ditangani seperti apa agar banjir tidak terulang," pungkasnya. 

Sebelumnya, banjir imbas luapan Sungai Lamong ini berdampak kepada empat kecamatan secara bergilir. Mulai Kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Droyorejo, hingga Cerme.

Setidaknya belasan desa di dalam kecamatan tersebut terdampak banjir. Mulai dari rumah warga, jalan raya, sawah, hingga fasilitas umum. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow