HJL ke-456 Jadi Momentum Pembangunan Lamongan Berkelanjutan
Peringatan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-456, Bupati Yuhronur Efendi dan Wakil Bupati Dirham Akbar Aksara menetapkan momentum tersebut sebagai titik tolak pembangunan lima tahun ke depan.
LAMONGAN, SJP - Pemerintah Kabupaten ( Pemkab) Lamongan menetapkan peringatan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-456 sebagai momentum strategis memulai arah pembangunan lima tahun mendatang.
Komitmen itu dituangkan melalui 15 program prioritas yang diusung Bupati Yuhronur Efendi dan Wakil Bupati Dirham Akbar Aksara, dalam pasamuan agung yang berlangsung di Pendopo Lokatantra, Ahad (25/5/2025) kemarin.
Bupati Yuhronur menyampaikan sambutan berbahasa Jawa sembari menyemayamkan lambang daerah sebagai simbol kebesaran Lamongan. Ia menegaskan bahwa HJL bukan sekadar seremoni, melainkan penanda awal dari perjalanan baru pembangunan daerah.
"Hari ini Kabupaten Lamongan genap berusia 456 tahun. Pada usia ini kami berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan melalui lima belas program prioritas," ujar Yuhronur, yang akrab disapa Pak Yes.
Program-program itu, menurut dia, dirancang untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu andalannya adalah “Lamongan Lumbung Pangan”, yang bertujuan mengakselerasi produktivitas sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. Program ini diharapkan menjadikan Lamongan sebagai pusat ketahanan pangan regional.
Sektor ekonomi turut diperkuat melalui program “UMKM Naik Kelas”, yang mendorong pelaku usaha mikro agar mampu bersaing dan tumbuh. Di bidang pariwisata, Pemkab Lamongan mengusung program “Ramasinta” sebagai konsep pengembangan kawasan terpadu berbasis wisata alam, budaya, kuliner, hingga ekonomi kreatif.
“Program ini bukan hanya menargetkan kunjungan wisata, tetapi juga membentuk kawasan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan,” tutur Pak Yes.
Di sisi lain, program “Desa Pintar” digagas untuk mentransformasi desa-desa di Lamongan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis digital dan potensi lokal. Strategi ini sejalan dengan visi kepemimpinan Yuhronur–Dirham yang berlandaskan tiga pilar: pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, dan keharmonisan sosial.
Untuk mendukung pemerataan, Pemkab juga meluncurkan program “Jamula Mantap” guna memperkuat konektivitas wilayah melalui pembangunan infrastruktur jalan. Ditambah “Lamongan Menyala” yang menyasar optimalisasi penerangan jalan umum, serta “Lamongan Hijau” sebagai inisiatif pelestarian lingkungan.
Sementara, untuk membentuk masyarakat harmonis, program “Yakin Semua Sejahtera” (YSS) digulirkan untuk membangun kepercayaan bahwa setiap warga Lamongan memiliki peluang mencapai taraf hidup layak.
Di sektor kesehatan, ada program “Lamongan Sehat” yang mengedepankan layanan holistik dari ibu hamil hingga lansia, termasuk penanggulangan stunting.
Transformasi pelayanan publik juga ditekankan melalui digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi dan akses masyarakat terhadap layanan pemerintahan.
"Kami ingin memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal dalam pembangunan. Semua harus merasa aman dan nyaman," ujarnya.
Komitmen pembangunan sumber daya manusia pun ditegaskan dengan program beasiswa “Perintis”, dukungan kepada wirausaha muda melalui “Young Entrepreneur Success”, serta pembinaan karakter dan talenta generasi muda lewat “Generasi Lamongan Emas”. Tak ketinggalan, penguatan nilai-nilai religius dan budaya diwadahi dalam program “Lamongan Nyantri”.
“Sumber daya manusia adalah investasi jangka panjang. Ini dibuktikan dengan capaian Indeks Pembangunan Manusia Lamongan yang kini mencapai 75,9,” kata Pak Yes.
Sebelum pasamuan agung, prosesi kirab pataka lambang daerah dilakukan dari kantor DPRD menuju Pendopo Lokatantra. Pataka tersebut disemayamkan sebagai lambang sakral dan pengingat nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi pembangunan Lamongan," pungkasnya. (**)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

