Harhubnas 2025, Bupati Gresik Tekankan Peningkatan Kualitas Transportasi
Peringatan Harhubnas dilakukan dengan berbagai cara di Kabupaten Gresik, mulai upacara dan kampanye keselamatan berjaket oleh perwakilan bongkar muat, nelayan, dan nahkoda. Rangkaian Harhubnas ditutup dengan menabur bunga di tengah laut, serta pelayanan cek kesehatan gratis.
GRESIK, SJP — Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2025 diperingati meriah di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Rabu (17/9/2025).
Peringatan Harhubnas dilakukan dengan berbagai cara mulai upacara dan kampanye keselamatan berjaket oleh perwakilan bongkar muat, nelayan, dan nahkoda.
Rangkaian Harhubnas ditutup dengan menabur bunga di tengah laut, serta pelayanan cek kesehatan gratis.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, bertindak sebagai inspektur upacara menekankan pengelolaan anggaran yang baik dan efisien agar kualitas transportasi semakin meningkat.
"Dengan itu, supaya mampu mendorong pendidikan, membuka lapangan pekerjaan, mempercepat pertumbuhan ekonomi, sekaligus menyejahterakan masyarakat,” kata Bupati Yani.
Yani menegaskan, Harhubnas merupakan momentum untuk merefleksikan diri sekaligus mengapresiasi kerja keras seluruh insan transportasi.
Ia memastikan, insan transportasi baik di darat, laut, udara, maupun perkeretaapian memberikan pelayanan transportasi aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Bakti transportasi untuk negeri menjadi pengingat bagi kita bersama bahwa setiap infrastruktur transportasi bukan sekadar bangunan, melainkan sarana untuk menghubungkan Sabang hingga Merauke," jelasnya.
Sementara itu, Kepala KSOP Gresik, Herbert Marpaung, menjelaskan upacara tersebut menjadi rangkaian perayaan Harhubnas ke-55.
Ia menambahkan, acara penutup rangkaian acara Harhubnas dilakukan tabur bunga di laut serta doa bersama untuk mengenang jasa para pendahulu dan insan transportasi.
Pihaknya berharap untuk bersama-sama memajukan transportasi Indonesia yang lebih baik, mantap, dan menjangkau seluruh pulau.
“Momentum ini diharapkan mampu membangkitkan semangat seluruh pemangku kepentingan baik insan transportasi, Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, maupun pemangku kepentingan terkait," pungkasnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

