Hadapi Libur Panjang, Pemkot Batu Siaga Penuh Antisipasi Lonjakan Wisatawan dan Risiko Bencana
Instruksi siaga penuh yang dikeluarkan Pemkot Batu menunjukkan bahwa lonjakan wisatawan tidak hanya dipandang sebagai peluang ekonomi, tetapi juga potensi risiko yang harus dikelola serius. Dengan koordinasi lintas OPD, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara kenyamanan wisata, keamanan publik, dan kesiapan menghadapi potensi gangguan selama periode libur panjang berlangsung.
KOTA BATU, SJP - Pemerintah Kota Batu mulai mengaktifkan status kesiapsiagaan lintas sektor menghadapi rangkaian libur panjang nasional sepanjang Mei hingga awal Juni 2026.
Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto pada Selasa (12/5/2026) menguraikan lonjakan wisatawan yang diprediksi terjadi selama momen libur Kenaikan Yesus Kristus, Iduladha, Waisak, hingga Hari Lahir Pancasila membuat seluruh organisasi perangkat daerah diminta siaga penuh untuk mengantisipasi kemacetan, penumpukan sampah, gangguan keamanan, hingga potensi bencana alam.
“Kondisi ini berpotensi mendatangkan lonjakan wisatawan sekaligus meningkatkan berbagai macam risiko. Karena itu seluruh instansi harus meningkatkan kesiapsiagaan,” tegasnya.
Fokus utama pengamanan diarahkan pada sektor lalu lintas dan pelayanan publik. Dinas Perhubungan Kota Batu diminta memperkuat rekayasa lalu lintas di titik rawan kemacetan, sekaligus menindak oknum juru parkir liar yang dinilai kerap memicu keluhan wisatawan.
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu diminta memastikan kebersihan kawasan wisata, pasar, dan ruang publik tetap terjaga di tengah potensi peningkatan volume sampah.
Di sektor mitigasi risiko, BPBD Kota Batu, Satpol PP Kota Batu, hingga petugas pemadam kebakaran diperintahkan meningkatkan patroli dan deteksi dini di kawasan rawan bencana maupun titik keramaian wisata.
"Langkah antisipasi juga menyasar layanan kesehatan. Pemerintah meminta seluruh puskesmas dan layanan PSC tetap siaga selama masa liburan untuk mengantisipasi kondisi darurat yang melibatkan wisatawan maupun warga lokal," imbuhnya.
Selain itu, Dinas Pariwisata Kota Batu diminta memperketat pengawasan standar keselamatan di tempat wisata. Sedangkan Dinas PUPR Kota Batu memastikan kondisi jalan dan penerangan umum tetap optimal demi mendukung kenyamanan pengunjung.
Pemkot Batu menilai kesiapan lintas sektor menjadi faktor penting untuk menjaga citra kota wisata tetap aman dan nyaman di tengah tingginya mobilitas masyarakat selama musim libur panjang. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

