Gimmick Absurd Prabowo Soal Penjara Terpencil Bagi Koruptor

Pernyataan Prabowo dibuat hanya untuk menyenangkan masyarakat yang kurang memiliki nalar kritis.

21 Mar 2025 - 21:02
Gimmick Absurd Prabowo Soal Penjara Terpencil Bagi Koruptor
Ilustrasi, suasana di dalam Lapas Kelas IIB Mojokerto. (Syaiful/SJP)

MOJOKERTO, SJP - Pengamat kebijakan publik dari Lingkar Indonesia untuk Keadilan (LINK) Aan Anshori menilai, gagasan Presiden Prabowo Subianto membangun penjara di kawasan terpencil khusus koruptor hanya gimick belaka. 

Menurutnya, pernyataan Prabowo dibuat hanya untuk menyenangkan masyarakat yang kurang memiliki nalar kritis. 

"Menurutku layak diapresiasi, tapi itu hanya gimick saja yang ingin menyenangkan beberapa orang yang tidak kritis," kata Dosen Universitas Ciputra Surabaya itu, Jumat (21/3/2025). 

Bagi masyarakat Indonesia yang berfikir kritis, gagasan itu disebutnya sangat absurd. Ada beberapa alasan yang menjadi latar belakang. 

Pertama, jika koruptor dibuatkan penjara yang sulit dipantau publik akan berpotensi tinggi terjadi penyimpangan. Sebab, publik tidak bisa memantau atau jauh dari jangkauan publik. 

"Kalau koruptor dibuatkan penjara yang jauh itu tidak dipantau, maka publik tidak bisa memantau, potensi adanya berbagai penyimpangan, tidak bisa terdeteksi, bisa ngapain saja," lontarnya. 

Selain itu, Aan berspekulasi akan muncul potensi terjadi kongkalikong napi kasus korupsi dengan oknum pejabat penjara. 

Justru, koruptor menurutnya lebih layak dibuatkan penjara di tempat umum. Artinya, masyarakat bisa melakukan pemantauan dan bisa membuat efek jera. 

"Di mana masyarakat bisa setiap hari melihat mereka, penjara itu diletakkan di alun-alun, di perempatan besar, supaya ada efek jera, malu karena setiap hari akan ditonton oleh ratusan bahkan ribuan orang, itu baru bukan gimick," beber Koordinator Jaringan Islam Anti Diskriminasi (JIAD) itu. 

Alasan lain, gagasan membuat penjara koruptor di tempat terpencil tidak ada urgensinya sama sekali. Aan menegaskan, tahanan kasus korupsi adalah mayoritas orang-orang berpendidikan. 

Sejauh ini, menurut Aan, tidak ada napi kasus korupsi yang kabur dengan cara membobol dan berlari secara diam-diam. Justru strategi yang dimungkinkan adalah mereka melakukan kongkalikong dengan oknum pejabat Lembaga Pemasyarakatan untuk bisa pulang ke rumah dan kembali ke Lapas sesuka hati. 

"Kalau di tempat terpencil, ya bagaimana, karena sejauh ini tidak ada napi koruptor yang kabur, gak ada, yang ada malah kongkalikong keluar penjara secara diam-diam," ungkapnya.

Menurut dia, tidak ada temuan napi kasus korupsi lari dengan cara membobol penjara. Ia menilai koruptor di Indonesia tidak senekat bahkan sebodoh itu. 

Bagi dia, dirasa pantas penjara koruptor dibangun di tempat terbuka yang bisa dilihat masyarakat secara luas. Artinya, masyarakat bisa memantau tahanan napi kasus korupsi setiap waktu. 

"Misalkan lari membobol penjara gak ada, mereka napi koruptor gak sebodoh itu, jadi harus seperti etalase, kolam ikan yang ditaruh di alun-alun, di perempatan besar dimana banyak orang bisa melihat seperti melihat baliho," jelas Ketua Gusdurian itu. 

Kedua, pembuatan penjara khusus napi kasus korupsi ini dilakukan oleh Presiden Prabowo sebagai bentuk upaya agar dilihat masyarakat ada keseriusan melakukan pemberantasan kasus korupsi di Indonesia. 

Namun, bagi Aan, yang diminta masyarakat bukan hal itu. Masyarakat menginginkan pengesahan undang-undang perampasan aset dan pembatasan uang kartal, hal itu dianggap kongkrit sebagai upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. 

"Sebenarnya bisa dengan mudah meyakinkan publik dan terlihat serius melakukan pemberantasan korupsi seandainya undang-undang perampasan aset, pembatasan uang kartal itu segera disahkan tapi gak mau ada apa?, karena kita tahu yang akan terkena dampak itu adalah orang-orang yang selama ini di sekitar pemerintahan partai politik itu sendiri," tandasnya.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto mewacanakan akan membuat penjara di pulau terpencil khusus untuk napi kasus korupsi. 

Hal itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya saat acara peluncuran mekanisme baru penyaluran tunjangan guru ASN langsung ke rekening guru di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

"Saya juga akan sisihkan dana buat penjara di suatu tempat yang terpencil," kata Prabowo, dalam keterangan video yang diterima wartawan media ini. (*) 

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow