Flushing Waduk Wlingi dan Lodoyo, BPBD Kota Kediri Sisir Aliran Sungai Brantas

Masyarakat biasa memanfaatkan flushing untuk pladu atau berburu ikan mabok, imbas dibukanya pintu air bendungan.

20 May 2024 - 21:30
Flushing Waduk Wlingi dan Lodoyo, BPBD Kota Kediri Sisir Aliran Sungai Brantas
Petugas BPBD melakukan sisir sungai untuk mengetahui kondisi Sungai Brantas sekaligus sosialisasi kepada masyarakat yang akan berburu ikan mabok. (Foto : Novi/SJP)

Kota Kediri, SJP - Flushing (pembersihan waduk) Wlingi dan Lodoyo, Blitar dimulai hari ini, Senin, (20/5/2024). Berdasarkan informasi, flushing kedua waduk tersebut dilakukan pukul 13.30 WIB, siang tadi.

Bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Brantas, flushing menjadi momen yang selalu ditunggu. Mereka biasa memanfaatkannya untuk pladu atau berburu ikan mabok, imbas dibukanya pintu air bendungan.

Tidak terkecuali masyarakat Kota Kediri yang selalu memadati pinggiran Sungai Brantas atau menunggu di Bendung Gerak Waru Turi Kediri, sambil membawa peralatan untuk berburu ikan mabok.

Namun berdasarkan pantauan di lapangan, sampai berita ini ditulis, belum ada tanda-tanda kedatangan air flushing. Biasanya ditandai dengan keruhnya air sungai akibat material berupa lumpur dan sampah yang terbawa arus air.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri Indun Munawaroh mengatakan, air flushing dari Waduk Wlingi dan Waduk Lodoyo diperkirakan baru akan memasuki wilayah Sungai Brantas Kota Kediri antara pukul 19.00 WIB sampai 21.00 WIB.

"Perkiraan kita jam segitu. Tetapi pantauan tim yang menyisir aliran sungai mulai dari Jembatan Brawijaya ke arah selatan (Blitar) sekitar pukul 5 sore tadi, belum ada tanda-tanda," kata Indun di Taman Brantas Kota Kediri, Senin petang.

Menurutnya, BPBD Kota Kediri telah mempersiapkan sejumlah langkah kesiap siagaan termasuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di sekitaran bantaran Sungai Brantas.

Selain itu, ada 12 personel dari BPBD Kota Kediri dan 6 personel TNI yang akan bersiaga selama 24 jam di Taman Brantas. Lengkap dengan dua unit perahu karet jika sewaktu-waktu harus melakukan penyisiran.

"Ini sebagai langkah antisipasi, mengingat kondisi permukaan Sungai Brantas dan debit air cukup tinggi, selain itu arus sungai juga cukup deras," jelas Indun.

"Sebisa mungkin kurangi kegiatan-kegiatan di sekitaran Sungai Brantas, dan tetap berhati-hati," imbuhnya.

Flushing merupakan kegiatan penggelontoran sedimen di dasar waduk. Flushing Waduk Wlingi dan Lodoyo sendiri dilakukan untuk menjaga kapasitas tampungan sekaligus optimalisasi produksi listrik di PLTA Wlingi dan PLTA Lodoyo. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

Anjuran untuk masyarakat agar berhati-hati berkaca dari momen-momen sebelumnya. Terkait dengan adanya korban akibat mengabaikan keselamatan diri sendiri saat berburu ikan mabok.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow