Fatkhul Ilma, Petani Inovatif Dari Bojonegoro

Untuk jenis melonnya ada dua. Pertama, sweetnet dari Thailand dan jenis glamour sakata dari Jepang. Pada 17 hingga 25 Juli 2023 lalu, dirinya melakukan open house perdana bertajuk "Petik Melon Premium Langsung dari Kebun.

11 Oct 2023 - 05:00
Fatkhul Ilma, Petani Inovatif Dari Bojonegoro
Buah melon yang baru saja dipanen (kominfo.jatimprov.go.id for SJP)

Kabupaten Bojonegoro, SJP - Fatkul Ilma, petani sekaligus pendiri Gubuk Edukasi Djoyo Tani, dikenal sebagai sosok inovatif yang mengaplikasikan smart farming dan membuat greenhouse untuk menanam melon.

Berlokasi di Dusun Pesantren, Desa Bendo, Kecamatan Kapas, greenhouse milik Ilma, menjadi satu-satunya greenhouse di sana.

Berkat keuletannya, Ilma kini mampu mengajak warga sekitar untuk bergotong-royong membangun greenhouse. 

"Proses tanam lebih mudah karena sudah tidak memakai tanah, melainkan serabut kelapa. Sementara teknologi yang digunakan melalui teknologi smart farming. Artinya, semua sistem otomatis sehingga bisa dikendalikan jarak jauh," jelasnya Selasa (10/10/2023).

"Cara kerja smart farming melalui sistem irigasi tetes dan spray embun. Petani milenial itu keren, harus punya terobosan baru, sehingga para petani muda milenial tidak kalah bersaing," imbuh Fatkul Ilma,

Dilansir dari laman kominfo.jatimprov.go.id untuk jenis melonnya ada dua. Pertama, sweetnet dari Thailand dan jenis glamour sakata dari Jepang. Pada 17 hingga 25 Juli 2023 lalu, dirinya melakukan open house perdana bertajuk "Petik Melon Premium Langsung dari Kebun.

"Saya berharap para petani khususnya petani muda, tidak malu untuk menjadi petani. Karena petani sekarang itu tidak harus kotor dan harus di sawah. Petani bisa berdasi dan berseragam seperti pejabat kantoran,” tambahnya.

Ilma juga menyampaikan agar pemerintah terus mendukung petani muda khususnya, baik itu dukungan secara pendampingan di lapangan maupun dukungan secara finansial. Ilma mengaku, petani milenial Bojonegoro itu banyak dan keren-keren.

"Pemerintah tinggal memoles dan mengkonsep ke depannya dan di arahkan kemana, karena tanpa adanya petani, ketahanan pangan akan terancam,” pungkasnya. (**)

Editor : Queen Ve
Sumber : kominfo.jatimprov.go.id 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow