Fakta Penggunaan Nuklir untuk Ketahanan Pangan, Berbahaya?

Stigma terhadap istilah radiasi masih menjadi hambatan utama, meski aplikasinya sudah terbukti aman dan digunakan luas di berbagai negara maju

06 Jul 2025 - 14:05
Fakta Penggunaan Nuklir untuk Ketahanan Pangan, Berbahaya?
Pemeriksaan radiasi nuklir. (Sina/Beritasatu.com)

SUARAJATIMPOST.COM—Indonesia telah menggunakan teknologi nuklir untuk ketahanan pangan seperti memperpanjang masa simpan, menjaga kandungan gizi, dan memastikan keamanan dari mikroba serta hama.

Kepala Pusat Riset Teknologi Proses Radiasi (PRTPR) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Irawan Sugoro menjelaskan, teknologi iradiasi mampu memberikan solusi nyata dalam menjaga kualitas pangan tanpa mengubah rasa, tekstur, maupun kandungan nutrisinya.

Dia menjelaskan, teknologi iradiasi telah banyak dimanfaatkan untuk pengujian tanpa merusak atau non-destructive testing serta sterilisasi alat kesehatan. Khususnya di sektor pertambangan dan kesehatan.

"Namun tantangan terbesar tetap terletak pada penerimaan publik. Stigma terhadap istilah radiasi masih menjadi hambatan utama, meski aplikasinya sudah terbukti aman dan digunakan luas di berbagai negara maju," ujar Irawan dalam keterangan tertulisnya dikutip dari Beritasatu.com, Ahad (29/6/2025).

Hal senada juga diungkapkan Peneliti PRTPR BRIN Murni Indarwatmi. Dia memaparkan ragam manfaat iradiasi dalam memperkuat ekspor pangan, khususnya untuk memenuhi persyaratan ketat negara tujuan seperti Australia.

"Iradiasi untuk fitosanitari memungkinkan pengendalian hama tersembunyi seperti lalat buah dan kutu putih, tanpa perlu perlakuan manual yang mahal dan memakan waktu. Ini sangat relevan bagi buah-buahan ekspor seperti mangga dan manggis," ucapnya.

Selain itu, menurutnya teknologi iradiasi juga unggul dalam sterilisasi produk herbal, daging olahan, hingga komponen pangan seperti bubuk cabai dalam mi instan.

"Dengan daya tembus tinggi dan proses tanpa kontak langsung, iradiasi memungkinkan perlakuan yang efisien dan higienis, bahkan terhadap produk yang telah dikemas," tutur Murni. (**)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow