ETLE Handheld di Tulungagung Rekam 56 Pelanggaran dalam Sepekan, Didominasi Pelajar

Dari total pelanggaran yang tercatat, pelanggar usia pelajar hingga mahasiswa mendominasi dengan persentase mencapai 75 persen. Pelanggaran banyak ditemukan saat malam akhir pekan, terutama di kawasan Alun-alun Tulungagung dan GOR Lembupeteng.

11 May 2026 - 18:31
ETLE Handheld di Tulungagung Rekam 56 Pelanggaran dalam Sepekan, Didominasi Pelajar
KBO Satlantas Polres Tulungagung, IPTU Zainudin. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP - Satuan Lalu Lintas Polres Tulungagung mulai mengoptimalkan penindakan pelanggaran lalu lintas menggunakan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) handheld atau kamera tilang elektronik genggam.

Dalam satu pekan pelaksanaannya, tercatat sebanyak 56 pelanggaran telah terkonfirmasi melalui sistem tersebut.

KBO Satlantas Polres Tulungagung, Iptu Zainudin menjelaskan bahwa penerapan ETLE handheld saat ini difokuskan pada titik-titik rawan pelanggaran dan kecelakaan dengan fatalitas tinggi.

“Kalau disapu bersih sebenarnya pelanggaran itu sangat banyak, tapi kami tetap melakukan prioritas penindakan pada lokasi yang memiliki tingkat kerawanan tinggi,” ujar Zainudin, Senin (11/5/2026).

Beberapa titik yang menjadi fokus pengawasan di antaranya Jalan Ahmad Yani, Jalan Pahlawan, dan Jalan Panglima Sudirman. Lokasi tersebut dinilai rawan terjadi pelanggaran lalu lintas yang berpotensi memicu kecelakaan serius.

Menurut Zainudin, angka 56 pelanggaran selama sepekan masih tergolong rendah. Sebab, ETLE handheld hanya menjadi pelengkap dari sistem ETLE lain yang sudah lebih dulu beroperasi, seperti ETLE statis dan ETLE mobile.

“Handheld ini sifatnya alternatif untuk menjangkau pelanggaran yang tidak tercover ETLE lain,” katanya.

Ia mengungkapkan, sebagian masyarakat masih dalam tahap penyesuaian terhadap sistem tilang elektronik genggam tersebut. Banyak pengendara yang mengaku tidak menyadari saat melakukan pelanggaran karena tidak melihat keberadaan petugas.

Pelanggaran parkir sembarangan juga menjadi salah satu sasaran penindakan. Dalam sejumlah kasus, petugas langsung memotret kendaraan menggunakan ETLE handheld ketika pengemudi tidak berada di lokasi.

Dari total pelanggaran yang tercatat, pelanggar usia pelajar hingga mahasiswa mendominasi dengan persentase mencapai 75 persen. Pelanggaran banyak ditemukan saat malam akhir pekan, terutama di kawasan Alun-alun Tulungagung dan GOR Lembupeteng.

“Masih banyak ditemukan pengendara roda dua, khususnya usia pelajar dan mahasiswa, yang tidak memakai helm,” ujar Zainudin.

Ia menambahkan, mayoritas pelanggaran dilakukan pengendara sepeda motor. Sementara pelanggaran kendaraan roda empat jumlahnya relatif kecil. Jenis pelanggaran yang paling banyak ditemukan yakni tidak memakai helm, melanggar marka dan rambu lalu lintas, serta menerobos lampu merah.

Untuk pelanggaran rambu, salah satu lokasi yang kerap ditemukan pelanggaran berada di Jalan Ahmad Yani Timur, kawasan depan Gereja Santa Maria ke arah timur, di mana masih banyak pengendara roda empat yang melanggar rambu.

Sedangkan pelanggaran lampu lalu lintas banyak terjadi pada jam sekolah di sejumlah persimpangan seperti simpang empat BTA, depan kantor Pemkab Tulungagung, dan simpang empat Mangunsari.

Iptu Zainudin menegaskan, sistem ETLE handheld dilengkapi bukti visual yang detail sehingga pelanggar sulit mengelak. Foto yang diambil petugas tidak hanya menampilkan nomor polisi kendaraan, tetapi juga kondisi pelanggaran secara lengkap.

“Kalau tidak pakai helm, tidak pakai spion, atau parkir melanggar rambu, semuanya terlihat jelas dalam foto,” katanya.

Ia mengakui sempat ada sejumlah pelanggar yang membantah saat dikonfirmasi. Namun setelah diperlihatkan bukti foto, pelanggar akhirnya mengakui kesalahannya.

Menurutnya, banyak pelanggar yang tidak langsung diberhentikan di lokasi. Strategi tersebut justru dianggap lebih efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Dengan mereka tidak sadar sedang diawasi, akhirnya muncul rasa waspada dan itu diharapkan membuat masyarakat lebih tertib,” ujarnya.

Polres Tulungagung memastikan program ETLE handheld akan terus dilanjutkan tanpa batas waktu. Bahkan ke depan, jumlah perangkat dimungkinkan bertambah apabila dinilai efektif.

Saat ini, Satlantas Polres Tulungagung baru memiliki satu unit ETLE handheld. Penggunaan tilang elektronik juga menjadi bagian dari upaya meminimalkan tilang manual guna mencegah potensi penyimpangan dalam penindakan di lapangan.

Meski begitu, Zainudin menegaskan tahap awal penerapan ETLE handheld masih mengedepankan edukasi kepada masyarakat.

“Kami masih tahap penyesuaian. Tidak langsung semua pelanggaran dijepret. Tujuannya agar masyarakat juga bisa beradaptasi dan memahami sistem baru ini,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow