DLH Kota Malang Sangkal Isu Limbah Medis di TPA Supit Urang
Roni Kuncoro, menolak dugaan ditemukannya sampah medis di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang. Masih menunggu penelusuran aparat lebih lanjut.
KOTA MALANG, SJP - Kepala Bidang Persampahan dan Limbah B3, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Roni Kuncoro, menyangkal adanya dugaan ditemukannya sampah medis di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang.
Menurutnya, seluruh fasilitas kesehatan harus mengatur limbah medis B3 melalui Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang dimiliki, bahkan sebelum beroprasi.
"Juga harus dikerjasamakan dengan transporter limbah medis untuk diolah lanjutan," kata Roni saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/4/2025).
Di Kota Malang sendiri, lanjut dia, belum tersedia alat untuk mengolah limbah medis B3 secara aman. Sehingga limbah medis yang ada di Kota Malang, dikirim ke luar kota untuk diproses lebih lanjut.
Dari adanya ketentuan dan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur, Roni memastikan tidak ada limbah medis yang dibuang sembarangan.
"Kalau ada kondisi-kondisi di lapangan, ya berarti di luar ketentuan," jelasnya.
Ia mengaku telah memeriksa ke lokasi dan tidak menemukan adanya limbah medis B3 ini. Lebih lanjut, Roni menyampaikan bahwa hal ini juga menjadi perhatian penegak hukum.
Dari pemeriksaan penegak hukum, dalam hal ini Polresta Malang Kota, Roni menyampaikan menunggu keterangan lebih lanjut.
"Artinya kami menunggu lah, bagaimana perkembangan selanjutnya," ujar Roni.
Sebagai informasi, sebagaimana disampaikan oleh Roni, sebelumnya pernah ditemukan limbah medis B3 di belakang STIKI Malang, sekarang UBHINUS.
Dugaan penemuan limbah medis B3 di TPA Supiturang bermula dari sebuah video yang beredar di media sosial.
Video tersebut menampilkan beberapa limbah medis seperti obat kimia, selang beserta botol infus, obat kadaluarsa, dan lainnya.
Perihal pengolahan limbah B3 non-medis, Roni menyampaikan hanya terdapat satu alat pengolahan saja yang berada di kantor DLH Kota Malang. Untuk di TPA/TPS lainnya, alat pengolahan limbah B3 non-medis belum ada. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

