Dinsos Gresik Sebut Soleh Fadilah yang Viral Terlantar Masih Memiliki Keluarga
Warga yang diketahui bernama Soleh Fadilah (41) asal Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, itu mengaku meminta bantuan lantaran hidup sebatang kara, tidak memiliki pekerjaan, dan sedang dalam kondisi sakit, viral di media sosial (medsos).
GRESIK, SJP — Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik menjemput salah satu warga yang tengah viral terlantar di Wisma Rehabilitasi Mental yang dikelola anggota Polres Lamongan, Ipda Purnomo.
Warga yang diketahui bernama Soleh Fadilah (41) asal Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, itu mengaku meminta bantuan lantaran hidup sebatang kara, tidak memiliki pekerjaan, dan sedang dalam kondisi sakit, viral di media sosial (medsos).
Kisah tersebut mencuat setelah pemilik akun Instagram @purnomopolisibaik mengunggah video atas kejadian tertanggal 29 April 2026.
Dalam narasinya, ia kedatangan tamu Soleh Fadilah asal Gresik mengaku sakit dan tidak punya pekerjaan. Ia hidup sebatang kara bingung mau tinggal dimana.
"Saya memiliki keterbatasan untuk menolong saudara-saudara kita. Makanya saya membuat video seperti ini, saya khususkan kepada Pemerintah Kabupaten Gresik mudah-mudahan ada solusinya pak. Kasihan karena mengaku sebatang kara tidak punya rumah hanya bermodalkan KTP," ujar akun @purnomopolisibaik, dalam unggahan videonya.
Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik bersama perangkat desa setempat, bergerak melakukan penjemputan terhadap kondisi warga tersebut di Wisma Rehabilitasi, Kabupaten Lamongan.
Pekerja Sosial Ahli Muda Dinsos Gresik, Alfi Arianto, membenarkan bahwa warga tersebut berasal dari Desa Lapah, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik.
"Mendengar kabar tersebut kita Dinas Sosial bersama perangkat desa setempat langsung menjemput Pak Soleh ke Kabupaten Lamongan," ungkap dia, saat dikonfirmasi, Kamis (30/4/2026).
Alfi memastikan bahwa warga tersebut telah dilakukan penanganan kesehatan secara baik di Puskesmas setempat. Hasil pemeriksaan menyatakan, warga tersebut sehat secara fisik maupun psikologis.
Pihaknya pun menegaskan, bahwa warga tersebut masih memiliki keluarga yang berada masih dalam satu lingkungan desa.
Tim Dinsos Gresik masih terus melakukan asesment kepada sejumlah pihak seperti keluarga dan perangkat desa untuk memastikan informasi yang beredar.
"Kita masih menunggu asesment informasi dari tiga sisi, penerima manfaat, keluarga, dan perangkat desa," pungkasnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

