Digelontor Rp 200 Juta, Revitaslisasi Skate Park Hutan Kota Bodas Jadi Prioritas
Yang menjadi sorotan adalah Skate Park di kawasan taman, yang dinilai berbahaya oleh komunitas skateboard setempat sehingga pihaknya memastikan perombakan fasilitas akan dilakukan dalam tahun ini, dengan melibatkan komunitas skate dalam proses perencanaannya.
KOTA BATU, SJP - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menganggarkan Rp 200 juta untuk revitalisasi Taman Hutan Kota Bondas tahun ini. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap keluhan masyarakat terkait kondisi taman yang kumuh dan beberapa fasilitas yang tidak layak digunakan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Dian Fachroni, pada Rabu (26/2/2025) menegaskan, salah satu yang menjadi sorotan adalah skate park di kawasan taman.
Skate park tersebut dinilai berbahaya oleh komunitas skateboard setempat, sehingga pihaknya memastikan perombakan fasilitas akan dilakukan dalam tahun ini, dengan melibatkan komunitas skateboard dalam proses perencanaannya.
"Khusus untuk revitalisasi Taman Hutan Bondas, dianggarkan sebesar kurang lebih Rp 200 juta. Perencanaan akan rampung dalam triwulan pertama, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan fisik. Revitalisasi ini merupakan bagian dari upaya penataan taman tematik di Kota Batu," urainya.
Selain memperbaiki fasilitas yang ada, Pemkot Batu ingin menjadikan Hutan Kota Bondas sebagai ruang publik yang lebih nyaman bagi warga dan wisatawan, termasuk komunitas skateboard yang selama ini menggunakan area skate park di taman tersebut, diharapkan bisa nyaman dengan pembenahan yang akan dilakukan.
DLH Kota Batu memastikan bahwa proses perencanaan dan pembangunan akan berjalan secara simultan sepanjang tahun ini.
Mendapatkan informasi terkait revitalisasi tersebut, Ketua Komunitas Batuskate, Vinsensius Yuangga Prasetia, mengaku bahwa pihaknya cukup bersyukur karena adanya perhatian dari Pemkot Batu.
"Jika anggaran tidak cukup untuk memperbaiki skate park, komunitas kami meminta disediakan ruang datar yang bisa digunakan untuk bermain skateboard. Kami tidak muluk-muluk, karena soal alat, kami bisa iuran untuk membuatnya sendiri," tandasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

