Umroh di Tengah Ketegangan Timur Tengah, Bupati Trenggalek Tertahan di Arab Saudi

Jadwal kepulangan yang semula direncanakan pada 2 atau 3 Maret 2026 terpaksa diundur lantaran tidak tersedianya penerbangan.

03 Mar 2026 - 14:30
Umroh di Tengah Ketegangan Timur Tengah, Bupati Trenggalek Tertahan di Arab Saudi
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin. (Istimewa)

TRENGGALEK, SJP - Sejumlah jemaah umrah asal Indonesia dilaporkan belum dapat kembali ke tanah air akibat pembatalan sejumlah penerbangan dari Arab Saudi.

Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi jadwal penerbangan internasional.

Salah satu yang terdampak adalah Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin. Ia bersama rombongan umrah lainnya harus menunda kepulangan karena penerbangan yang seharusnya mengangkut mereka dibatalkan.

Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, mengungkapkan telah berkomunikasi langsung dengan Bupati terkait kondisi tersebut.

Menurutnya, jadwal kepulangan yang semula direncanakan pada 2 atau 3 Maret 2026 terpaksa diundur lantaran tidak tersedianya penerbangan.

“Informasinya memang belum bisa pulang sesuai jadwal karena penerbangan tidak ada. Kita berharap situasi segera membaik dan penerbangan kembali normal,” ujarnya.

Senada dengan itu, Sekretaris Daerah Trenggalek, Edi Supriyanto, menyampaikan bahwa awalnya Bupati dijadwalkan tiba di Indonesia pada 4 Maret. Namun melihat perkembangan terkini, besar kemungkinan kedatangan tersebut harus kembali dijadwal ulang.

“Informasi terakhir ada penggeseran jadwal, tetapi karena masih ada penundaan penerbangan, kepastian waktunya belum bisa ditentukan,” jelasnya.

Tidak hanya kepala daerah, Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Trenggalek, Wicaksono, juga mengalami kendala serupa. Ia menyebut seluruh penerbangan dari Jeddah, termasuk maskapai yang akan ditumpanginya, dibatalkan.

“Semua penerbangan dari Jeddah yang keluar, termasuk maskapai kami, mengalami pembatalan. Jadi kami harus menunggu sampai ada kepastian lebih lanjut,” kata Wicaksono.

Ia menjelaskan, sesuai agenda semula, rombongannya dijadwalkan meninggalkan hotel di Makkah pada pukul 13.00 waktu setempat untuk melanjutkan perjalanan ke Jeddah. Dari sana, mereka seharusnya terbang dengan rute transit di Singapura sebelum tiba di Bandara Juanda Sidoarjo.

Namun kondisi di lapangan memaksa seluruh rencana tersebut berubah.

Para jemaah kini dihadapkan pada ketidakpastian, termasuk terkait durasi tambahan masa tinggal di Arab Saudi dan konsekuensi biaya yang mungkin timbul.

“Yang membuat kami cemas adalah belum ada kejelasan sampai kapan penundaan ini berlangsung. Situasinya sulit diprediksi,” ujarnya.

Penundaan ini tidak hanya berdampak pada jadwal perjalanan, tetapi juga memunculkan berbagai persoalan lain bagi para jemaah yang harus memperpanjang masa tinggal di luar negeri. Mereka berharap situasi segera kondusif sehingga dapat kembali ke Indonesia dengan aman. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow