Detail Brutal Pengeroyokan Band Underground Terungkap, Polisi Dalami Peran 8 Terduga Pelaku
Polres Batu mengimbau masyarakat tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat. Kasus ini menjadi perhatian publik karena para pelaku diduga masih berusia remaja dan berstatus pelajar.
KOTA BATU, SJP – Polisi terus mengusut kasus pengeroyokan dan pembacokan dua personel band underground Husttle yang terjadi di Plum Hotel Palereman.
Setelah mengamankan delapan terduga pelaku, penyidik kini mulai mengurai rekonstruksi kejadian berdasarkan keterangan korban dan saksi. Seluruh terduga pelaku, yang mayoritas masih pelajar, masih menjalani pemeriksaan intensif.
Kasih Humas Polres Batu Iptu M. Huda pada Rabu (19/11/2025) menegaskan proses penyelidikan masih berjalan dan belum ada penetapan tersangka, karena polisi masih memeriksa peran masing-masing dari mereka.
“Masih dilakukan pemeriksaan. Belum ditetapkan tersangka karena penyidik masih menyelidiki peran masing-masing, dan sebagian besar terduga pelaku masih anak di bawah umur,” katanya.
Ia menceritakan berrdasarkan keterangan bassis band, One Regi Febriansyah, insiden bermula saat Husttle naik panggung dan membawakan tiga lagu.
Awalnya suasana berjalan normal hingga lagu ketiga. Sebelum tampil, Regi dan Irmanda sempat ikut moshing dengan penonton lain dan terjadi sedikit senggolan, namun menurutnya tidak ada aksi agresif.
Saat itu saling bales moshing tapi nggak arogan seperti acara hardcore pada umumnya. Namun ketika lagu ketiga dimainkan sekira pukul 21.30 WIB, situasi berubah drastis.
Regi melihat tiga pemuda mulai menargetkan vokalisnya, Irmanda Putra, dan menyerangnya di tengah kerumunan hingga dikeroyok ramai-ramai.
Melihat rekannya dihajar, Regi mencoba melerai. Ia meminta para pemuda itu menghentikan serangan, tetapi justru ikut menjadi sasaran.
Pengeroyokan di dalam aula sempat berhenti setelah beberapa orang mencoba memisahkan, namun ketegangan kembali memuncak ketika para pelaku mengajak Irmanda keluar arena dengan dalih ingin berdamai.
“Irmanda sudah tidak kuat dikeroyok. Dia bilang ingin damai. Tapi anak-anak itu bilang boleh damai asal keluar dulu. Begitu keluar dari aula dan dikelilingi banyak orang, Irmanda tiba-tiba diserang dari belakang menggunakan celurit. Pukulan itu membuatnya mengalami luka bacok serius," imbuhnya.
Regi yang mengikuti dari belakang justru kembali dihajar massa. Ia mencoba melarikan diri ke arah jalan, namun terjatuh dan diinjak-injak hingga sempat tak sadarkan diri. Ketika sadar, ia sudah berada di depan rumah warga yang kemudian menolong dan memanggil ambulans.
Sementara itu Dokter yang menangani, Iptu dr Arifian Juari, menyebut Irmanda mengalami luka bacok dalam dari bahu menuju punggung yang mengenai otot dan tulang.
“Tidak kena organ vital dan sudah dilakukan operasi perbaikan otot serta tulang. Saat ini Irmanda masih dalam masa pemulihan pasca operasi,” jelas Arifian.
Sementara, Regi sudah diperbolehkan pulang setelah mengalami perawatan akibat memar di bagian wajah. Sementara itu polisi memastikan pengusutan kasus ini ditangani serius.
Selain memeriksa delapan terduga pelaku, penyidik juga menelusuri rekaman video di lokasi dan keterangan para saksi untuk memastikan peran setiap individu. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

