Desa Bukor Wringin Bondowoso Launching Aplikasi BULAT, Wujud Transformasi Menuju Desa Digital
Peluncuran aplikasi BULAT menandai langkah Desa Bukor menuju desa digital dengan layanan publik lebih mudah diakses. Kepala Desa Mathari memastikan perangkat desa siap mengelola sistem, sambil menegaskan tradisi lokal tetap dijaga di tengah modernisasi.
BONDOWOSO, SJP – Desa Bukor, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso, resmi meluncurkan aplikasi layanan desa berbasis digital bernama BULAT (Bukor Layanan Tepat) dalam acara Selamatan Desa yang digelar pada Ahad (23/11/2025) malam.
Langkah ini menjadi pijakan penting bagi Bukor sebagai desa harapan presiden sekaligus desa yang tengah mempercepat transformasi menuju digitalisasi pelayanan publik.
Kepala Desa Bukor, Mathari, menjelaskan, peluncuran aplikasi BULAT merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, mudah, dan efisien.
Digitalisasi, kata dia, bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan yang harus dipenuhi desa untuk menjawab tuntutan perkembangan zaman.
“Sekarang sudah dituntut desa digital, bukan kepentingan tapi kebutuhan. Kita butuh ini, makanya kita buat aplikasi BULAT,” ujarnya, saat dikonfirmasi pada Senin (24/11/2025).
Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan desa tanpa harus datang langsung ke kantor desa. Mulai dari pengajuan surat, akses data sosial seperti tingkat kemiskinan, hingga membuka lapak usaha secara digital dapat dilakukan hanya melalui gawai masing-masing warga.
Mathari yang juga sebagai ketua SKAK ini menegaskan, seluruh perangkat desa sudah mendapatkan pelatihan untuk mengelola sistem digital tersebut.
“Kita sudah ajari semua perangkat desa. Alhamdulillah perangkat saya sudah bisa di situ,” katanya.
Selain mengedepankan transformasi digital, kegiatan selamatan desa atau yang dikenal dengan istilah Kadisah, juga tetap memegang nilai-nilai adat dan tradisi masyarakat Bukor. Ia menegaskan bahwa digitalisasi tidak akan menghapus identitas budaya desa.
“Kadisah ini tradisi turun-temurun dari nenek moyang. Harapan saya kepada generasi muda, adat ini tetap dijaga, sementara digitalisasi dikembangkan. Ke depan pasti kebutuhan kita adalah digital,” ujarnya.
Dengan perpaduan antara pelestarian adat dan inovasi digital, Mathari berharap Desa Bukor dapat menjadi contoh desa modern yang tetap memegang akar tradisinya sekaligus mampu memenuhi tuntutan pelayanan publik di era teknologi.
"Ini adalah harapan besar kami untuk mewujudkan desa digital, sesuai dengan harapan dari Presiden Prabowo Subianto," pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

