Demo Ojol di Surabaya, Kantor Aplikator hingga Gubernur Jatim Disambangi Massa

Ribuan driver ojol di Surabaya turun ke jalan dalam aksi serentak nasional, menuntut potongan aplikasi diturunkan dan regulasi transportasi online segera diterbitkan pemerintah.

20 May 2025 - 14:33
Demo Ojol di Surabaya, Kantor Aplikator hingga Gubernur Jatim Disambangi Massa
Sejumlah pengemudi ojek online melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor aplikator di kawasan Ketabang Kali, Surabaya. (Foto: Ryan/SJP)

SURABAYA, SJP—Ribuan pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai daerah di Jawa Timur menggelar aksi unjuk rasa di Surabaya, Selasa (21/5/2025). Aksi itu merupakan bagian dari demonstrasi nasional yang diorganisir oleh para mitra pengemudi di berbagai kota di Indonesia.

Mereka tergabung dalam Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal Jawa Timur (Frontal Jatim). Mereka mulai berkumpul sejak pukul 09.00 WIB di Bundaran Waru. Dari titik kumpul tersebut, massa berkonvoi ke sejumlah titik strategis di Kota Surabaya.

"Ini bagian dari aksi serentak yang dilakukan hampir di seluruh wilayah Indonesia hari ini," ucap Koordinator Frontal Jatim, Tito Ahmad, Selasa (20/5/2025).

Konvoi Massa dan Titik Aksi

Dari Bundaran Waru, ribuan pengemudi ojol—dari kendaraan roda dua dan empat—melanjutkan konvoi menuju titik lainnya. Mulai dari kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim, kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jatim, Kepolisian Daerah (Polda) Jatim, Gedung Negara Grahadi, dan Kantor Gubernur Jatim.

Massa tidak hanya menyuarakan tuntutan kepada pemerintah. Namun juga menyambangi kantor-kantor aplikator. Seperti Grab dan Gojek yang tersebar di beberapa titik di Surabaya. Di antaranya, kantor Gojek di Jalan Ngagel, Kecamatan Wonokromo, dan kantor Grab di Ketabang Kali, depan WTC Surabaya.

Di beberapa lokasi, aksi sempat memicu kemacetan parah. Hingga arus lalu lintas dari arah Jalan Sumatera, Jalan Bawean, dan Jalan Dinoyo, dialihkan oleh aparat kepolisian.

"Kami pastikan aksi ini damai. Tapi tegas menyampaikan aspirasi. Kami tidak akan berhenti sebelum ada respons nyata," ujar Tito Ahmad.

Namun berbeda dengan kantor Gojek di Ngagel yang sempat dikunjungi perwakilan aplikator. Massa yang mendatangi kantor aplikator di kawasan Ketabang Kali tidak terlihat ditemui oleh perwakilan perusahaan.

"Kalau aplikator tidak kooperatif dan terus merugikan mitra, kami akan pertimbangkan aksi lanjutan dan mungkin penyegelan kantor," tegas Tito.

Usai melakukan orasi di depan beberapa kantor aplikator, sekitar pukul 12.30 WIB, massa secara bersamaan bergerak menuju kantor gubernur Jatim untuk melanjutkan aksi di titik yang diketahui menjadi lokasi terakhir dalam demo hari ini di Surabaya.

Enam Tuntutan Utama

Dalam aksinya, massa membawa enam tuntutan utama kepada pemerintah dan perusahaan aplikator:

  1. Menurunkan potongan aplikasi secara mutlak menjadi maksimal 10 persen
  2. Menaikkan tarif pengantaran penumpang roda dua dan empat
  3. Menerbitkan regulasi khusus untuk layanan pengantaran makanan dan barang
  4. Menentukan tarif bersih yang diterima oleh mitra pengemudi
  5. Mendesak pemerintah untuk segera menerbitkan Undang-Undang Transportasi Online Indonesia
  6. Menghapus seluruh program aplikator yang dianggap merugikan mitra, seperti Hemat, Hemat Berbayar, Goceng, Slot, dan Prioritas

"Bagi manajemen aplikasi, harus menghapus program Hemat Berbayar, Hemat, Goceng, Slot, atau program apa pun yang merugikan mitra," tambah Tito.

Respons Aplikator 

Di kantor aplikator di Jalan Ngagel, salah satu perwakilan perusahaan, Sarwo Adi, sempat menemui pengemudi yang berunjuk rasa. Dia menjelaskan, pihak aplikator telah menerima tuntutan dan akan ditindaklanjuti dengan DPRD.

"Kami menerima segala perjuangan rekan-rekan hingga saat ini. Jadi kemarin sudah kami ketahui bersama ada audiensi di kantor DPRD," ujar Adi yang merupakan koordinator regional Gojek Jatim.

Sebagai bentuk protes tambahan, ribuan pengemudi ojol juga secara kolektif menonaktifkan aplikasi selama satu hari. Mereka menyebut aksi ini sebagai bentuk mogok massal yang diharapkan bisa memberi tekanan kepada para aplikator. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow