Cuaca Ekstrem Picu Bencana Alam di Turen Malang, Mulai Angin hingga Longsor
Dalam sepekan terakhir, Turen tercatat sebagai salah satu kecamatan dengan intensitas laporan bencana tertinggi di Kabupaten Malang. Hal itu dipicu intensitas hujan yang terus meningkat sejak awal April
MALANG, SJP – Cuaca ekstrem yang melanda Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, dalam beberapa hari terakhir menyebabkan serangkaian bencana alam di tiga titik berbeda.
Hujan deras disertai angin kencang memicu tanah longsor dan kerusakan rumah warga. Akibat hujan deras, akses jalan di wilayah terdampak juga terganggu.
Angin kencang terjadi di RT 28, Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang hingga merusak atap rumah warga pada Rabu (9/4/2025) sekitar pukul 16.00 WIB.
Kemudian di desa yang sama terjadi tanah longsor. Tepatnya di Dusun Krajan, RT 01/RW 01. Tanah yang longsor menimpa pelengsengan milik Pondok Bihaaru Bahri’Asali Fadlaailir Rahma.
Semua bencana alam tersebut dilaporkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Ichwanul Muslimin.
“Atap rumah milik Ibu Dwi Yulis Prihati Setyo Utami rusak. Sementara itu, longsoran tanah menutup sebagian badan jalan menuju Desa Sanankerto. Tidak ada korban jiwa, tapi kondisi ini cukup mengganggu aktivitas warga,” ucapnya, Kamis (10/4/2025).
Merespons kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Malang bersama perangkat desa, relawan, dan masyarakat, bergerak cepat melakukan evakuasi dan penanganan.
Bantuan logistik seperti sembako dan terpal telah disalurkan, termasuk pemasangan terpaulin untuk menutup area longsor dan mencegah terjadinya longsor susulan.
"Akses jalan saat ini sudah kembali bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat," tambah Ichwanul Muslimin.
Sebelum kejadian di Sananrejo, bencana serupa juga terjadi di wilayah Desa Talok, Kecamatan Turen. Material longsor hampir menutup akses jalan. Sejumlah saksi mata bahkan mengaku mendengar letupan dari jaringan listrik sebelum longsor terjadi.
Dengan kejadian tersebut, Ichwanul menegaskan, seluruh warga di wilayah rawan bencana diimbau untuk tetap waspada dan segera melapor apabila terdapat tanda-tanda potensi longsor maupun banjir.
“Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Kami mengingatkan warga agar tidak lengah dan segera melapor ke BPBD jika menemui kondisi berisiko,” ujarnya.
Dalam sepekan terakhir, Turen tercatat sebagai salah satu kecamatan dengan intensitas laporan bencana tertinggi di Kabupaten Malang. Hal itu dipicu intensitas hujan yang terus meningkat sejak awal April. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

