Cuaca Ekstrem hingga 10 Februari, Pemkot Surabaya Imbau Warga Siaga

Angin kencang dan hujan ekstrem merobohkan reklame hingga merusak atap sekolah, Pemkot Surabaya menetapkan siaga cuaca ekstrem dan mengimbau warga waspada hingga 10 Februari 2026.

06 Feb 2026 - 17:03
Cuaca Ekstrem hingga 10 Februari, Pemkot Surabaya Imbau Warga Siaga
Genangan banjir merendam ruas jalan di Surabaya usai hujan lebat disertai angin kencang (Ryan/SJP)

SURABAYA, SJP - Cuaca ekstrem yang melanda Kota Surabaya dalam beberapa hari terakhir mulai menimbulkan dampak serius. Hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa titik jalan, hingga rusaknya fasilitas umum. 

Beberapa kejadian yang menyita perhatian beberapa waktu terakhir adalah robohnya reklame besar di jalan Tidar dan ambruknya atap ruang kelas di sekolah negeri, memicu kekhawatiran akan keselamatan warga di tengah cuaca yang semakin sulit diprediksi.

Faktor Meteorologis Pemicu Cuaca Ekstrem

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Jawa Timur pada periode 1 hingga 10 Februari 2026. 

Cuaca ekstrem tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es.

BMKG Juanda mencatat, seluruh wilayah Jawa Timur saat ini telah memasuki musim hujan dan sebagian wilayah masih berada pada puncak musim hujan. Dalam sepuluh hari ke depan, peningkatan intensitas cuaca ekstrem diperkirakan masih akan terjadi dan berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat.

BMKG menjelaskan, kondisi cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh aktifnya monsun Asia serta gangguan gelombang atmosfer, seperti Gelombang Rossby dan Gelombang Kelvin yang melintasi wilayah Jawa Timur. 

Selain itu, suhu muka laut di perairan Selat Madura yang masih cukup tinggi serta kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan konvektif.

Kombinasi faktor tersebut meningkatkan potensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang, sebagaimana telah dirasakan di Surabaya dalam beberapa hari terakhir.

Pemkot Surabaya Minta Warga Siaga

Menindaklanjuti peringatan BMKG, Pemerintah Kota Surabaya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan hingga 10 Februari 2026. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut, Surabaya dan wilayah sekitarnya saat ini berada dalam periode peringatan cuaca ekstrem.

"Cuaca ekstrem karena dalam beberapa hari terakhir kondisinya sangat luar biasa. Beberapa kejadian seperti robohnya reklame dan tumbangnya pohon sudah terjadi, dan hal ini sudah kami sampaikan kepada warga melalui lurah dan camat," ucap Eri, Jumat (6/2/2026).

Ia menegaskan, kondisi cuaca saat ini sulit diprediksi dan berisiko tinggi terhadap keselamatan warga, terutama saat hujan lebat disertai angin kencang. Oleh karena itu, seluruh jajaran kewilayahan, mulai dari lurah hingga camat, diminta aktif mensosialisasikan langkah antisipasi kepada masyarakat.

Pemkot Surabaya juga mengingatkan warga untuk tidak berteduh di bawah pohon rindang atau berada di area terbuka saat hujan turun, mengingat potensi angin kencang yang dapat datang secara tiba-tiba.

"Saat hujan, mohon jangan berteduh di bawah pohon. Lebih aman berlindung di dalam bangunan, karena sekarang kecepatan angin sulit diprediksi. Seperti kemarin, angin kencang bisa menumbangkan pohon besar dan reklame," tegasnya.

Menurut Eri, perubahan cuaca dapat terjadi sangat cepat, terutama pada sore menjelang malam hari meski siang hari terlihat normal bahkan cerah.

"Siang hari mungkin terasa biasa, tapi malam hari bisa berubah mendadak. Hujannya juga tidak bisa diperkirakan. Karena itu saya minta warga Surabaya lebih mawas diri," katanya.

Pemkot Siapkan Bantuan Darurat

Selain upaya pencegahan, Pemkot Surabaya menyatakan siap memberikan bantuan kedaruratan bagi warga yang terdampak cuaca ekstrem. Pemerintah akan menangani kerusakan awal, seperti pemasangan terpal, sebelum dilakukan perbaikan lebih lanjut.

"Kalau ada rumah atau atap yang roboh, pemerintah akan hadir membantu. Kita pasang terpal dulu, setelah itu kita bantu perbaikan atapnya, seperti yang kemarin kita lakukan di Manyar," jelas Eri.

Sebagai langkah cepat, masyarakat juga diimbau segera menghubungi layanan darurat 112 apabila menemui kondisi gawat darurat akibat cuaca ekstrem.

"Tidak semuanya bisa ditangani pemerintah. Kita harus berjibaku bersama, saling menjaga, dan saling mengingatkan," tutupnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow