CHIPS, Nakes Bermotor Beri Layanan Kesehatan Door to Door Bagi Warga Lereng Gunung Raung

Hadirnya CHIPS memberi efek domino baik, dimana puskesmas lain juga berlomba dalam melakukan inovasi. Tentunya dengan cara unik menyesuaikan dengan kondisi di daerahnya.  CHIPS merupakan yang paling unik. Sebab selain layanan kesehatan ada tanggung jawab moril bilamana terdapat kendala dalam memberikan pelayanan.

17 Sep 2023 - 00:15
CHIPS, Nakes Bermotor Beri Layanan Kesehatan Door to Door Bagi Warga Lereng Gunung Raung
Petugas CHIPS Puskesmas Sempu, Nur Alfi Hidayati saat mengantarkan layanan kesehatan kepada warga di lereng Gunung Raung tepatnya berada di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi

Kabupaten Banyuwangi, SJP - Melintasi medan terjal berbatu, tanah berlumpur di tengah hutan pinus begitulah keseharian yang dijalani Nur Alfi Hidayati. Petugas kesehatan Puskesmas Sempu yang bertugas mengantarkan layanan kesehatan secara door to door bagi warga lereng Gunung Raung tepatnya yang berada di Kecamatan Sempu, Banyuwangi. 

Sebagai gambaran, Kecamatan Sempu merupakan salah satu wilayah sisi barat Banyuwangi. Lokasinya berada di timur kaki gunung Raung. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Sempu merupakan salah satu kecamatan dengan jumlah penduduk paling padat di Banyuwangi. Dengan luas 59,02 km², kecamatan ini dibagi menjadi 7 desa dan dihuni oleh 72,508 jiwa. 

Secara topografi, Sempu masih sangat hijau. Banyak dijumpai hutan pinus, hamparan sawah dan beberapa tanaman palawija khas lereng pegunungan.

Masyarakat disana memiliki profesi yang beragam. Bertani, berdagang dan beberapa aktivitas masyarakat pada umumnya.

Beberapa masyarakat memilih tinggal di area yang cukup jauh dari pusat kecamatan, sebab ekonominya bergantung pada hutan. 

Meskipun kondisinya sunyi sepi jauh dari hingar bingar kota pun jauh dari layanan dan fasilitas publik. Salah satunya adalah jauh dari fasilitas kesehatan.

Oleh karenanya Puskesmas Sempu pada tahun 2017 berinovasi untuk mengantarkan layanan kesehatan bagi mereka yang tinggal di pelosok. Inovasi itu diberi nama CHIPS (Calon Harapan Insan Penghuni Surga).

Dimana tenaga kesehatan difasilitasi sepeda motor untuk mengobati masyarakat yang jauh dari fasilitas kesehatan secara door to door. Di sana ada 2 petugas dan 2 armada CHIPS yang selalu siaga.

Nur Alfi adalah salah satu petugas CHIPS yang saban hari menjalani aktivitas itu. Setiap kali jalan ia ditemani satu dokter.  

Bersama koleganya itu, hampir setiap hari menelusuri jalanan terjal di pedalaman Kecamatan Sempu.

"Kalau dibilang capek, ya capek. Tapi ini bagian dari tanggung jawab. Tapi disini banyak sukanya, karena saya merasakan kepuasan bathin saat melayani masyarakat," kata wanita yang karib disapa Fifi ini.

Setiap pukul 08.00 WIB, Fifi sudah stand by bersama motor bebeknya yang dilengkapi boks penuh alat kesehatan dan berbagai macam obat-obatan di dalamnya. 

Ia berkeliling sesuai jadwal. Hampir semua layanan CHIPS. Baik itu pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan kandungan dan lain-lainnya.

Namun umumnya pasien yang kerap ditangani adalah lansia yang tinggal sebatang kara. Pun juga warga sakit namun kesulitan untuk menjangkau fasilitas kesehatan.

Cara memanggil CHIPS cukup dengan menelpon ke nomor petugas. Lantas bagaimana dengan lansia yang umumnya gagap teknologi?

Fifi mengatakan CHIPS membuat skema dan sistem komunikasi sederhana yang memudahkan para lansia. Di setiap rumah lansia dipasangi kentongan. Fungsi kentongan untuk tanda permintaan bantuan kepada warga sekitar. 

"Jadi tetangga kemudian membantu menelepon kepada kami. Tentu lingkungan tempat tinggal lansia tersebut sebelumnya sudah kita beri sosialisasi," ujar wanita yang karib disapa Fifi ini.

Dalam sehari Fifi setidaknya mampu menjangkau 3 - 5 warga. Itupun sudah semua energi ia kerahkan. 

Kondisi geografis di Sempu menjadi tantangannya. Wilayahnya yang terlampau luas dan sulitnya medan membuat para Nakes ini harus berjuang ekstra. 

Jalananannya naik turun. Medannya tanah yang kadang-kadang menjadi berlumpur ketika musim hujan. Hal yang membuat perjalanan tim CHIPS acap kali terhambat.

Namun, kata Fifi, bila tim CHIPS telat tiba hingga 2 jam pasca pengaduan, maka warga terkait akan mendapatkan ganti rugi yang dirupakan dalam bentuk sembako.

"Jadi bila kita telat sampai dua jam maka warga akan mendapatkan kompensasi berupa sembako," kata dia.

Menurut Fifi ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan untuk memaksimalkan kinerja CHIPS. Utamanya adalah pembaruan kendaraan ke model yang lebih kuat.

Saat ini kendaraan yang digunakannya bertugas adalah motor bebek keluaran tahun 2006. Meski tidak pernah rewel, motor itu kurang tangguh saat dikendarai di medan yang ekstrem seperti halnya di Sempu. 

"Kita butuh kendaraan yang kuat, supaya bisa lebih tangguh saat dikendarai di jalur yang ekstrem. Contohnya pas jalan tanjakan atau pas musim penghujan," pintanya.

Di Banyuwangi layanan jemput bola telah dituangkan dalam Peraturan Bupati nomor 37 Tahun 2018. Layanannya diberi nama Jemput Bola Rawat Warga yang disingkat 'Jebol Raga'. 

Peraturan tersebut berdampak pada inovasi layanan di semua Puskesmas di Banyuwangi. Dimana tergerak menciptakan pelayanan prima yang mengedapankan responbilty terhadap keluhan masyarakat.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat mengatakan oleh karenanya hampir semua Puskesmas di Banyuwangi memiliki layanan jemput bola berbasis on call.

Namun kata Amir, CHIPS merupakan yang paling unik. Sebab selain layanan kesehatan ada tanggung jawab moril bilamana terdapat kendala dalam memberikan pelayanan. 

CHIPS memberikan kompensasi bilamana terjadi keterlambatan lebih dari 2 jam. Kompensasinya berupa sembako. 

"Kompensasi itu menjadi langkah responsif dan tanggung jawab moril bilamana terjadi kendala keterlambatan waktu dalam memberikan pelayanan. Langkah itu yang belum ada di tempat lain," bebernya. 

Kemudian, lanjut Amir, inovasi layanannya juga ikonik. Dimana tenaga kesehatan mengantarkan layanannya dengan sepeda motor yang dimodifikasi dengan branding yang cukup mencolok. 

"Itu bagus harapannya bisa menjadi lebih dikenal. Jadi masyarakat mudah mengingatnya," ujarnya.

Hadirnya CHIPS memberi efek domino baik, dimana puskesmas lain juga berlomba dalam melakukan inovasi. Tentunya dengan cara unik menyesuaikan dengan kondisi di daerahnya. 

"Jadi setiap puskesmas di wilayah kita berikan kebebasan untuk berinovasi dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat," jelasnya.

Seperti halnya di Puskesmas Sumberagung. Amir mengatakan disana ambulans-nya menggunakan mobil double gardan. 

Hal tersebut lantaran lokasi yang dijangkau merupakan daerah dengan medan yang sulit nan ekstrem. Jangkauanya sampai ke wilayah Sukamade di pedalaman Taman Nasional Meru Betiri. 

"Layanannya juga berbasis on call, namun bila ada ibu yang hendak melahirkan, tiga hari sebelum tanggal kelahiran mobil ambulans double gardan beserta petugas kita standby-kan di sana," jelasnya. (*)

Editor : Noordin

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow