Bupati Pasuruan Kunjungi Dua Kawasan Industri, Siapkan Transformasi Pengelolaan Sampah menuju Zero Waste

Sebagai tindak lanjut, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo mengunjungi fasilitas pengelolaan sampah milik PT SIER dan PT PIER di kawasan industri berikat.

26 Jun 2025 - 12:44
Bupati Pasuruan Kunjungi Dua Kawasan Industri, Siapkan Transformasi Pengelolaan Sampah menuju Zero Waste
Bupati Pasuruan meninjau pengeloaan sampah yang ada di kawasan industri pier yang sudah menerapkan sistem zero waste (foto isbi/sjp)

KABUPATEN PASURUAN, SJP – Pemerintah Kabupaten Pasuruan mulai mengambil langkah konkret dalam upaya memperbaiki sistem pengelolaan sampah. Langkah ini menjadi respons atas peringatan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang menyebut Pasuruan sebagai salah satu dari 343 daerah yang masih menerapkan sistem open dumping atau pembuangan sampah terbuka.

Sebagai bentuk tindak lanjut, Bupati Pasuruan H. Rusdi Sutejo melakukan kunjungan kerja ke fasilitas pengelolaan sampah milik PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) dan PT Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER). Fasilitas tersebut dikelola oleh PT Reciki Solusi Indonesia dan telah menerapkan sistem zero waste untuk sampah non-B3 (non bahan berbahaya dan beracun).

“Kita datang ke sini untuk belajar. Sistem ini tidak lagi membuang sampah ke tempat terbuka, semuanya dipilah dan dimanfaatkan kembali. Ini bisa menjadi model untuk kita terapkan di Pasuruan,” ujar Bupati Rusdi saat kunjungan, Rabu (25/6/2025).

Dalam sistem zero waste yang diterapkan, sampah dari kawasan industri tidak langsung dibuang, tetapi dipilah, didaur ulang, dan dimanfaatkan ulang. Dengan cara ini, nyaris tidak ada limbah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Bupati Rusdi menegaskan bahwa pendekatan pengelolaan sampah seperti ini penting diterapkan di Pasuruan. Selain menghentikan praktik open dumping, pendekatan ini juga akan membawa dampak positif bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Kalau kita terus biarkan sampah menumpuk di tempat terbuka, dampaknya besar. Bukan hanya bau dan banjir, tapi juga bisa mengancam kesehatan warga,” tegasnya.

Pemkab Pasuruan saat ini sedang menyusun rencana implementasi sistem serupa, dengan target utama mengurangi ketergantungan pada TPA dan memastikan tidak ada lagi pembuangan sampah secara sembarangan.

Bupati Rusdi juga menekankan bahwa upaya ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan pihak ketiga untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang modern dan bertanggung jawab.

Dengan langkah ini, Pasuruan berharap bisa keluar dari daftar daerah bermasalah versi KLHK, serta menjadi contoh daerah yang sukses dalam pengelolaan sampah berkelanjutan dan ramah lingkungan. (***)

Editor : Danu S

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow