BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Surabaya

BMKG Juanda mengimbau warga pesisir Surabaya waspada potensi banjir rob dan cuaca ekstrem pada 13–21 Februari 2026. Pemkot Surabaya siagakan rumah pompa dan bersihkan saluran tersumbat di Osowilangun.

18 Feb 2026 - 12:28
BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Surabaya
Kantor BMKG Juanda, sumber informasi peringatan dini potensi banjir rob dan cuaca ekstrem di Surabaya pada 13–20 Februari 2026. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, SJP — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengimbau masyarakat di wilayah pesisir Surabaya untuk mewaspadai potensi banjir rob yang diprediksi terjadi pada 13–20 Februari 2026.

Fenomena ini dipicu oleh fase pasang maksimum air laut. Selain ancaman rob, BMKG juga memprakirakan adanya potensi cuaca ekstrem dalam periode 15–21 Februari 2026.

Kondisi tersebut meliputi hujan dengan intensitas lebat, angin kencang, hujan es, hingga fenomena angin puting beliung di sejumlah titik wilayah.

Kewaspadaan ini berkaca pada kejadian sebelumnya di kawasan Osowilangun, Surabaya, yang sempat tergenang banjir akibat akumulasi hujan berintensitas tinggi dan kenaikan permukaan air laut.

Pascasurutnya genangan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya segera melakukan peninjauan lapangan untuk mengidentifikasi penyebab luapan air.

Berdasarkan hasil inspeksi, ditemukan adanya sumbatan signifikan pada saluran air yang disebabkan oleh tumpukan sampah.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Hidayat Syah, menyatakan bahwa petugas langsung dikerahkan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap drainase bawah tanah segera setelah debit air menurun.

Hidayat menjelaskan, luapan air sempat melimpah ke jalan utama, sehingga pihaknya harus berkoordinasi dengan petugas lalu lintas guna memastikan proses pembersihan berjalan kondusif.

"Kami telah turun ke lapangan untuk memastikan kondisi saluran. Fokus utama saat ini adalah pengangkatan sampah di drainase bawah jalan agar aliran kembali normal. Pengerukan dilakukan secara bertahap guna memastikan tidak ada lagi material penghambat," ujar Hidayat Syah kepada awak media, Selasa (17/2/2026).

Ia juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan agar fungsi saluran air tetap optimal di masa mendatang.

Lebih lanjut, Hidayat menjelaskan bahwa titik penanganan difokuskan pada Sungai Kalianak. Petugas membuka akses gorong-gorong melalui manhole untuk memaksimalkan pengangkutan sampah.

Jika diperlukan, rekayasa lalu lintas berupa penutupan jalan sementara akan diberlakukan di sekitar lokasi demi kelancaran operasional.

Selain penanganan teknis di lapangan, Pemkot Surabaya terus mengoptimalkan kinerja rumah pompa dan memperkuat koordinasi lintas instansi sebagai langkah preventif.

Seluruh personel disiagakan selama 24 jam dengan sistem sif untuk menjamin respons cepat jika terjadi peningkatan debit air secara mendadak.

"Pompa dioperasikan penuh dengan sistem sif pagi, sore, dan malam.Tim pembersihan sampah pada saluran dan screen (penyaring) juga dalam posisi siaga. Kami telah memastikan ketersediaan bahan bakar serta sarana pendukung dalam kondisi aman," imbuhnya.

Hidayat menambahkan, sistem drainase di kawasan Osowilangun terintegrasi dengan jaringan sungai besar yang sebagian berada di bawah kewenangan pemerintah pusat. Oleh sebab itu, sinergi antarinstansi menjadi kunci efektivitas penanggulangan banjir.

"Untuk saluran skala besar seperti Sungai Kalianak, Sungai Kandangan, dan alur menuju laut, kami terus berkoordinasi dengan instansi tingkat nasional. Pemkot Surabaya berkomitmen untuk berkolaborasi dalam pengelolaan saluran demi menjamin keamanan serta kenyamanan warga," pungkasnya. (**) 

Sumber: Beritasatu.com

Penulis: Rainila Otek Mahasiswa Magang Unitri Malang 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow