Bencana Banjir Probolinggo: Lima Jembatan Putus Total, Sejumlah Desa Terisolasi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan sedikitnya lima jembatan penghubung antar-desa dan kecamatan putus total, yang berdampak pada lumpuhnya mobilitas warga serta terhambatnya akses pelayanan publik.

19 Jan 2026 - 15:37
Bencana Banjir Probolinggo: Lima Jembatan Putus Total, Sejumlah Desa Terisolasi
Jembatan di Sumberasih Rusak Diterjang Banjir. (Foto: Rizky Putra/SJP).

PROBOLINGGO, SJP– Cuaca ekstrem yang memicu peningkatan debit air sungai mengakibatkan kerusakan infrastruktur masif di Kabupaten Probolinggo. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan sedikitnya lima jembatan penghubung antar-desa dan kecamatan putus total, yang berdampak pada lumpuhnya mobilitas warga serta terhambatnya akses pelayanan publik.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif, mengonfirmasi bahwa tingginya intensitas hujan menyebabkan struktur jembatan tidak mampu menahan tekanan arus sungai yang meluap. Akibatnya, beberapa wilayah kini dalam kondisi terisolasi.

"Tim kami telah terjun ke lapangan untuk melakukan pendataan dan survei kerusakan guna menentukan skala prioritas perbaikan. Fokus utama adalah memulihkan aksesibilitas warga yang saat ini terputus," ujar Oemar Sjarif pada Senin (19/1/2026).

Daftar Infrastruktur yang Lumpuh

Berdasarkan data resmi BPBD Kabupaten Probolinggo, lima titik jembatan yang mengalami kerusakan total meliputi: Dusun Beji, Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih; penghubung Desa Jangur dan Desa Sumberbendo, Kecamatan Sumberasih; penghubung Desa Brani Wetan dan Desa Sumbersecang; Dusun Mendek Kulon, Desa Sumberkramat dan Desa Kalianan. 

Putusnya jembatan ini berdampak langsung pada sektor ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Desa Sumberbendo dan Desa Sumbersecang dilaporkan menjadi wilayah yang paling terdampak, mengingat jembatan tersebut merupakan urat nadi aktivitas harian warga.

Upaya Darurat dan Akses Alternatif

Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui BPBD tengah mengupayakan solusi jangka pendek untuk memecah isolasi wilayah. 

Kerja sama dengan pemerintah desa dilakukan untuk menyediakan akses sementara, seperti pembangunan jembatan bambu (sesek) dan penyediaan perahu karet untuk keperluan evakuasi medis darurat.

"Langkah taktis segera diambil, baik melalui pembangunan jembatan darurat maupun perbaikan struktur yang sifatnya mendesak, sembari menunggu proses perencanaan konstruksi permanen," tambah Oemar.

Resiliensi Warga di Tengah Keterbatasan

Di beberapa lokasi, warga setempat mulai mengambil inisiatif mandiri untuk membangun titian bambu sederhana. Meskipun hanya mampu dilalui pejalan kaki dengan kapasitas terbatas, upaya swadaya ini sangat membantu pemenuhan kebutuhan pokok dan akses petani menuju lahan garapan.

Pemerintah Kabupaten Probolinggo mengeluarkan imbauan keras agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan longsor di sepanjang bantaran sungai. Informasi terkini mengenai progres perbaikan infrastruktur akan disampaikan secara berkala melalui kanal komunikasi resmi pemerintah daerah. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow