Benarkah Gas Air Mata Bisa Sebabkan Kematian? Begini Kata Dokter
Dokter paru RSUP Persahabatan, dr. Feni Fitriani Taufik, menegaskan gas air mata bisa menimbulkan risiko fatal, bahkan kematian, jika paparan besar terjadi di ruang tertutup atau pada individu rentan.
SUARAJATIMPOST.COM – Gas air mata selama ini dikenal sebagai senjata non-mematikan yang kerap digunakan aparat keamanan untuk membubarkan massa. Namun, di balik fungsinya, senyawa kimia ini tetap menyimpan bahaya serius bagi kesehatan, bahkan bisa berujung fatal dalam kondisi tertentu.
“Kalau disertai pajanan yang besar, ditambah kondisi lain sehingga kerusakan di paru lebih lanjut, itu yang bisa berakibat fatal. Walaupun sebenarnya tidak banyak, tapi dengan multifikasi efek itu mungkin terjadi kematian,” jelas dr. Feni Fitriani Taufik, Dokter Spesialis Paru RSUP Persahabatan, dalam talkshow daring via Instagram, dikutip dari Antara, Jumat (29/8/2025).
Gas air mata sendiri bukanlah gas murni, melainkan campuran bahan kimia padat dan cair yang bersifat iritatif. Begitu dilepaskan, partikel-partikelnya dapat menyerang mata, kulit, hingga saluran pernapasan. Gejalanya mulai dari rasa perih, mata berair, hidung meler, hingga gangguan napas yang bisa semakin berat tergantung jumlah dan lama paparan.
Risiko Meningkat di Ruang Tertutup
Feni menegaskan, risiko bahaya gas air mata meningkat drastis bila paparan terjadi di ruang tertutup. Partikel kimia akan sulit menyebar, memaksa korban menghirupnya lebih lama. Situasi inilah yang dapat memicu kerusakan parah pada saluran pernapasan.
Tragedi Kanjuruhan menjadi contoh nyata. Banyak korban sulit menjauh karena terjebak di ruang tertutup, panik, dan berdesakan. Faktor-faktor ini memperburuk paparan gas air mata hingga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Siapa yang Paling Rentan?
Menurut Feni, ada kelompok yang lebih rentan terhadap efek gas air mata, yaitu:
- Anak-anak, karena saluran napas masih lemah.
- Penderita penyakit paru seperti asma.
- Perokok, yang paru-parunya lebih mudah teriritasi.
Dampak Jangka Panjang
Jika paparan berlangsung lama, partikel kimia akan memicu peradangan hebat di saluran pernapasan. Kondisi ini bisa menyebabkan pembengkakan, penyempitan, hingga mengganggu proses penyerapan oksigen. Dalam skenario terburuk, hal ini dapat berujung pada kematian.
Cara Mengurangi Dampak Paparan
Feni memberikan beberapa langkah penanganan cepat bagi korban paparan gas air mata:
- Segera menjauh dari sumber paparan.
- Cuci muka, mata, dan hidung dengan air bersih.
- Gunakan kacamata, masker, dan pakaian tertutup untuk meminimalkan paparan.
- Berikan oksigen bagi korban dengan gejala berat.
- Segera cari pertolongan medis.
Gas air mata memang dirancang sebagai senjata non-mematikan. Namun, dalam paparan besar, di ruang tertutup, serta pada individu dengan kondisi rentan, risiko fatal tetap nyata. (**)
Editor : Rizqi Ardian
Sumber: Beritasatu.com
What's Your Reaction?

