Baru 5 Tahun Replika Patung Gajah Mungkur Senilai Rp1 M Rusak, Aslinya Masih Kokoh sejak 1896

Ahli Waris Rumah Gajah Mungkur Gresik sesali rusaknya replika patung gajah senilai Rp1 miliar yang menjadi landmark di simpang lima Sukorame, Kabupaten Gresik

03 May 2025 - 18:42
Baru 5 Tahun Replika Patung Gajah Mungkur Senilai Rp1 M Rusak, Aslinya Masih Kokoh sejak 1896
Kolase replika dan asli patung gajah mungkur di Kabupaten Gresik. (Foto: Anis/SJP)

GRESIK, SJP — Kondisi landmark replika patung gajah mungkur di simpang lima Sukorame, Kabupaten Gresik, yang menelan biaya kurang lebih Rp1 miliar kini mulai retak di beberapa bagian. Sedangkan patung gajah mungkur yang asli masih berdiri kokoh meski dibangun di tahun 1896.

Padahal, landmark replika patung gajah mungkur itu baru dibangun akhir tahun 2019, atau sekitar 5 tahun lalu. Sedangkan patung gajah mungkur yang asli di Rumah Gajah Mungkur di Jalan Nyai Ageng Arem-Arem Nomor 38 Gresik, masih berdiri kokoh meski usianya menginjak 129 tahun.

"Ini mulai dibangun tahun 1896 bersama rumah era kolonial, dan ditempati 1901. Sampai sekarang masih kokoh," ucap Akhmad Choiri yang merupakan generasi keempat ahli waris Rumah Gajah Mungkur, Sabtu (3/5/2025).

Choiri enggan berkomentar banyak terkait pembangunan replika patung gajah mungkur yang berdiri sebagai landmark di simpang lima Sukorame. Sebab, ahli waris Rumah Gajah Mungkur tidak pernah dilibatkan dalam proses pembangunan replika patung gajah itu.

Choiri mengungkapkan, sempat ada sejumlah orang dari pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik yang datang secara diam-diam ke Rumah Gajah Mungkur sebelum landmark replika patung gajah mungkur dibangun di simpang lima Sukorame.

"Harapan kita, sebenarnya kalau mereka datang ke sini dengan baik-baik, ngobrol tentang rencana pembangunan landmark, kita tidak setuju. Apalagi dengan dana yang fantastis," jelasnya. 

Menurut Choiri, dana Rp1 miliar sebaiknya dialokasikan ke hal yang lebih bermanfaat ketimbang untuk membangun landmark. Misalnya seperti dialokasikan untuk revitalisasi kampung heritage di sekitar Rumah Gajah Mungkur yang kondisinya mulai rusak dimakan usia.

"Banyak rumah-rumah di sini yang perlu direvitalisasi, dijaga, ditata, dan dibenahi. Anggarannya seharusnya buat itu," tambahnya. 

Selain itu, Choiri selaku ahli waris dari Rumah Gajah Mungkur menyesalkan pembangunan replika patung gajah mungkur yang bentuknya aneh dan jauh berbeda dengan patung aslinya. Padahal dana yang digunakan begitu fantastis hingga mencapai Rp1 miliar.

"Ya tidak pas, itu kan aneh. Kalau patung gajah ya seperti ini. Ada telinga, mata, dan gading," ujarnya sembari menunjukkan patung gajah mungkur yang asli yang dibuat sejak tahun 1896.

Berdasar data yang dihimpun Suarajatimpost.com, patung gajah mungkur itu sudah dibangun sejak akhir tahun 2019 lalu dengan anggaran hampir Rp1 miliar. Pembangunannya merupakan buah kerja sama antara Pemkab Gresik dengan PT Petrokimia Gresik.

Patung gajah itu terletak di simpang lima Sukorame yang menghubungkan lima jalan raya yang berada di tengah kota Gresik. Mulai dari Jalan Jaksa Agung Soeprapto, Jalan Proklamasi, Jalan dr. Soetomo, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Usman Sadar.

Pembangunan patung gajah mungkur itu sempat menjadi polemik pada tahun 2020. Namun baru-baru ini, eksistensi patung gajah itu kembali jadi perbincangan di media sosial setelah adanya patung biawak di Kabupaten Wonosobo yang hanya menelan biaya Rp50 juta. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow