Anggota Brigade Penolong Pramuka Kota Kediri Ikuti Diklat, Perkuat Peran Sosial dan Tanggap Bencana

Ketua Harian Kwarcab Pramuka Kota Kediri Adi Sutrisno, menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki dua tujuan utama, yakni sebagai forum brainstorming serta peningkatan kapasitas anggota Brigade Penolong.

13 May 2026 - 23:20
Anggota Brigade Penolong Pramuka Kota Kediri Ikuti Diklat, Perkuat Peran Sosial dan Tanggap Bencana
Anggota Pramuka saat mengikuti pelatihan vertical rescue ( foto : putra)

KOTA KEDIRI, SJP - Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Kediri menggelar kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat) Brigade Penolong sebagai upaya peningkatan kapasitas sekaligus penguatan peran anggota di tengah masyarakat.

Ketua Harian Kwarcab Pramuka Kota Kediri Adi Sutrisno, menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki dua tujuan utama, yakni sebagai forum brainstorming serta peningkatan kapasitas anggota Brigade Penolong.

"Brigade Penolong ini tidak kelihatan di lapangan karena tidak terekspose. Selama ini Brigade Penolong rutin terlibat dalam operasi SAR oleh Basarnas ataupun BPBD Kota Kediri juga pendampingan bedah rumah yang dilakukan Kwarda Jatim," ungkap Adi, Rabu (13/5/2026). 

Adi menambahkan, ke depan peran Brigade Penolong akan lebih difokuskan pada kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat, seperti aksi sosial hingga keterlibatan dalam penanganan kebencanaan.

Diklat ini diikuti oleh 29 peserta yang terdiri dari 28 siswa SMA/SMK, baik negeri maupun swasta, serta peserta dari kalangan mahasiswa. Adi berharap jumlah anggota Brigade Penolong terus bertambah dan semakin aktif berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial maupun kebencanaan di Kota Kediri.

"Harapannya jumlah semakin bertambah, kemudian yang kedua lebih berdampak lagi kepada masyarakat, ikut hadir di tengah-tengah masyarakat, misalkan di kebencanaan, kemudian aksi sosial," tambah Adi lagi. 

Dalam pelaksanaannya, Kwarcab juga menggandeng berbagai pihak untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Saat ini, Pramuka Kota Kediri telah menjalin kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), serta tengah menjajaki kolaborasi dengan BPBD, Bawaslu, dan Dinas Sosial.

"Jadi ke depan kami akan kolaborasi dengan Dinas Sosial, BPBD, BNN, ini untuk aksi-aksi yang ada dampaknya kepada masyarakat," tambahnya lagi. 

Kegiatan berlangsung selama dua hari dengan materi dari berbagai bidang di Kwarcab. Materi dan praktik lapangan yang dilakukan, mulai dari pertolongan pertama (P3K), teknik evakuasi pada situasi darurat, penanganan bencana, hingga pelatihan pemadaman api ringan dan vertical rescue menggunakan tali.

Selain itu, peserta juga dibekali materi kepramukaan dan kerja tim untuk memperkuat karakter, kepemimpinan, serta kemampuan kolaborasi di lapangan. Materi pengelolaan dapur umum saat kondisi darurat juga menjadi bagian penting dalam pelatihan tersebut.

"Pemateri adalah pengurus kwarcab, sesuai dengan bidangnya masing-masing, ada Bina Muda, Ada Binawasa, ada Pusdiklat, Kwarcab, BNN. Juga ada yang dari BPBD dan ada yang dari Dinas Sosial," pungkas Adi. (*)

Editor : Rizqi Ardian  

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow