Pemkab Jember Luncurkan Gerobak Cinta, Targetkan Penguatan Ekonomi Mikro dan Pertumbuhan 5,5 Persen
Program tersebut didesain sebagai upaya nyata pemerintah daerah untuk memperkuat sektor usaha kecil di tingkat akar rumput dan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi.
JEMBER, SJP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait, secara resmi meluncurkan program strategis Gerobak Cinta melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopum).
Program tersebut didesain sebagai upaya nyata pemerintah daerah untuk memperkuat sektor usaha kecil di tingkat akar rumput dan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi.
Program yang merupakan akronim dari Gerobak dan Rombong Bantuan Cipta Tangguh ini, menyasar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Pedagang Kaki Lima (PKL), serta pedagang sayur keliling (mlijo), yang dinilai memiliki peran vital dalam menggerakkan roda perekonomian harian masyarakat.
Kepala Diskopum Jember, Sartini, menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan tidak sekadar berupa gerobak atau rombong baru.
Fasilitas tersebut juga telah dilengkapi dengan cooler box untuk menjamin kesegaran bahan pangan esensial seperti ikan, ayam, dan daging.
"Gerobak Cinta adalah bentuk kehadiran pemerintah di jantung ekonomi rakyat. Ini merupakan inisiatif untuk menciptakan lapangan kerja dan menopang perputaran ekonomi harian masyarakat," tutur Sartini, pada Kamis (6/11/2025).
Program ini dirancang berdasarkan Data Tunggal Sensus Ekonomi Nasional (DTSEN), sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 mengenai integrasi data sosial dan ekonomi nasional.
Dari data awal sebanyak 2.800 calon penerima, program Gerobak Cinta tahap pertama menargetkan 1.282 penerima. Mereka dipilih dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (desil 1–5) yang menjadikan usaha mikro sebagai sumber utama penghidupan.
Tahap awal pelaksanaan program ini menelan anggaran sebesar Rp12,5 miliar dan diprioritaskan untuk kawasan pusat kota.
Kebijakan ini simultan dengan program penataan PKL dan revitalisasi ruang publik agar lebih teratur dan kondusif bagi aktivitas ekonomi rakyat.
Melalui penguatan usaha mikro ini, Pemerintah Kabupaten Jember menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah pada tahun 2025 mencapai angka 5,3–5,5 persen. Target ini didukung pula dengan penyediaan pelatihan, fasilitasi akses permodalan, dan digitalisasi pemasaran bagi para pelaku usaha agar mereka dapat menjadi lebih mandiri dan memiliki daya saing.
Bupati yang akrab disapa Gus Fawait ini juga menegaskan bahwa pembangunan ekonomi daerah harus berlandaskan pada penguatan usaha kecil dan ekonomi keluarga.
"Kita ingin wajah kota hidup, PKL tertata rapi, UMKM kuat, dan pada akhirnya masyarakat menjadi sejahtera," ujar Gus Fawait.
Ia memaparkan bahwa arah pembangunan ekonomi Jember kini difokuskan pada tiga pilar utama, yakni penguatan ekonomi mikro, peningkatan daya saing UMKM, dan penciptaan ekosistem usaha yang inklusif.
"Di balik rombong sederhana itu ada keluarga yang menggantungkan harapan. Gerobak Cinta bukan hanya sekadar alat berdagang, melainkan simbol nyata keadilan ekonomi dan cinta pemerintah kepada rakyatnya," pungkasnya. (***)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

