5 Jebolan Piala Dunia U-17 yang Jadi Legenda Sepakbola  

Piala Dunia U-17 terbukti melahirkan pesepakbola remaja yang berhasil meniti karir sebagai pesepakbola profesional

10 Nov 2023 - 09:30
5 Jebolan Piala Dunia U-17 yang Jadi Legenda Sepakbola  
Brazil sebagai juara bertahan masih berambisi meraih juara Piala Dunia U-17 2023 yang digelar di Indonesia (FIFA/SJP)


SJP - Piala Dunia U-17 adalah ajang pesepakbola remaja menunjukkan skill sepakbola untuk meniti karir menuju pesepakbola profesional. 

Jebolan Piala Dunia U-17 yang meraih Golden Ball berkesempatan menunjukkan skill luar biasa mereka.

Siapa saja mereka? 

1.    Cesc Fabregas

Pemain asal Spanyol ini meraih piala Golden Ball di FIFA U-17 Finlandia tahun 2003.  

Kala itu, ia menonjolkan keunggulan teknis, kecepatan bergerak, dan semangat kompetitif karena ia menghabiskan masa kecil di klub Barcelona Junior.

Sang maestro lini tengah ini juga menyumbang lima gol saat timnya menjadi runner-up di bawah Brasil.

Fabregas membuktikan dirinya sebagai salah satu gelandang terbaik di generasinya.

Ia turut membawa Spanyol meraih Piala Dunia pada 2010 sekaligus dua gelar Piala Eropa 2008 dan 2012

2.    Toni Kroos

Sebagai pemenang Golden Ball di Piala Dunia U-17 FIFA Korea 2007, Toni Kroos membuktikan bahwa ia adalah remaja berbakat dengan membawa Jerman berada di peringkat ketiga. 

Penampilannya tenang dengan kendali matang untuk menggocek bola sejak ia masih remaja.

Kroos menjadi sosok integral bagi tim nasional Jerman dan merupakan bagian dari tim yang memenangkan Piala Dunia FIFA pada tahun 2014.

Di level klub, ia memiliki segudang penghargaan yang luar biasa termasuk lima kemenangan Liga Champions UEFA dan enam gelar Piala Dunia Antarklub FIFA.

3.    Kelechi Iheanacho


Nigeria menjadi juara Piala Dunia U-17 FIFA UEA 2013 dan pemenang Golden Ball juga diraih pemain andalannya yaitu Kelechi Iheanacho.

Iheanacho memulai turnamen dengan bakat luar biasa yaitu empat gol dalam kemenangan spektakuler 6-1 atas juara bertahan Meksiko.

Hebatnya, Nigeria ternyata bertemu lawan yang sama di final, di mana Iheanacho kembali mencetak gol dalam kemenangan 3-0.

Iheanacho sempat memperkuat Manchester City satu tahun setelah Piala Dunia U-17 dan menjadi pencetak gol reguler Liga Premier untuk klub itu sebelum pindah ke Leicester City.

Penyerang ini hampir mencapai setengah abad penampilan internasional seniornya dan mewakili negaranya di Piala Dunia FIFA 2018.

4.    Phil Foden

Phil Foden menjadi peraih Golden Ball saat tim nasional Inggris juga merebut juara di Piala Dunia U-17 FIFA India 2017.

Foden menjadi pahlawan dan dipuja para pendukung karena Inggris mengangkat Piala Dunia U-17 pertama mereka.

Foden mencetak tiga gol di kompetisi tersebut, termasuk dua gol dalam kemenangan final 5-2 atas Spanyol.

Foden adalah ujung tombak Manchester City asuhan Pep Guardiola dan pada usia 23 tahun telah mencetak lebih dari 200 penampilan untuk klub.

Ia turut memenangkan lima gelar Liga Premier dan Liga Champions UEFA bersama City.

Dia juga menjadi bagian penting dari tim Inggris yang mencapai final UEFA EURO pada tahun 2021.

5.    Gabriel Veron

Veron membawa tim nasional Brazil meraih Piala Dunia U-17 FIFA di kandang sendiri sekaligus meraih Golden Ball.

Ia ahli dalam kecepatan serta trik mengelabui lawan yang hampir tidak terdeteksi pemain bertahan lawan.

Tiga gol pemain sayap tersebut termasuk gol penyeimbang ketika Brasil mengejutkan Prancis di semifinal, bangkit dari ketertinggalan 2-0 untuk menang. 3-2.

Veron telah berkontribusi dalam 95 pertandingan senior dan mencetak 14 gol untuk Palmeiras.

Ia juga membantu tim Sao Paulo memenangkan dua gelar Copa Libertadores – sebelum pindah ke Porto pada tahun 2022 pada usia 19 tahun.

Pemain depan ini akan bertekad untuk menunjukkan kualitasnya yang tidak diragukan lagi di pentas domestik dan Eropa pada musim 2023/24. (**)

source: fifa.com

editor: trisukma

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow