154 Atlet Puslatkot dan 90 Atlet Potensial Kota Kediri Jalani Tes Parameter Tahap Pertama

Tes parameter ini merupakan tes parameter tahap pertama. Dalam setahun, menurut anggota Bidang Bimpres KONI Kota Kediri, Dr. Dwinda Abi Permana, akan dilaksanakan dua kali tes parameter. Tahap pertama digelar pada April, sementara tahap kedua direncanakan berlangsung pada Oktober hingga November.

22 Apr 2026 - 19:05
154 Atlet Puslatkot dan 90 Atlet Potensial Kota Kediri Jalani Tes Parameter Tahap Pertama
Pelaksanaan tes parameter KONI Kota Kediri ( foto : istimewa)

KOTA KEDIRI - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kediri melakukan tes parameter mengukur kondisi fisik sekaligus perkembangan atlet yang tergabung dalam program pemusatan latihan kota (puslatkot).

Tes parameter ini merupakan tes parameter tahap pertama. Dalam setahun, menurut anggota Bidang Bimpres KONI Kota Kediri, Dr. Dwinda Abi Permana, akan dilaksanakan dua kali tes parameter. Tahap pertama digelar pada April, sementara tahap kedua direncanakan berlangsung pada Oktober hingga November. 

Menurut Dwinda, setiap cabang olahraga memiliki metode penilaian yang berbeda, baik dari segi formulir maupun item tes. Hal ini disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing cabor.

"Perhari dibedakan cabornya menyesuaikan sama kebutuhan. Form (penilaian) berbeda-beda, bentuk item-item testnya juga berbeda," tutur Dwinda, Rabu (22/4/2026). 

Pelaksanaan tes dilakukan selama tiga hari dengan pembagian cabang olahraga (cabor) yang disesuaikan setiap harinya. Pada hari pertama difokuskan pada cabang olahraga permainan seperti sepak bola dan lainnya, kemudian dilanjutkan dengan cabang seperti barongsai, tenis lapangan, dan catur. 

Sementara hari berikutnya diisi dengan cabang olahraga terukur seperti angkat besi, atletik, hingga angkat berat. Adapun hari terakhir diperuntukkan bagi cabang olahraga tarung. Dwinda menambahkan, tes parameter ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik atlet secara menyeluruh.

"Untuk cabor permainan ada daya tahan kekuatan otot, kekuatan kaki, kekuatan tangan. Berbagai macam item, jadi tes parameter itu memang mengetahui kondisi fisik masing-masing atlet. Untuk olahraga terukur tetap detail fisik, cuman itemnya berbeda-beda," tambahnya lagi. 

Dari hasil pengamatan, Dwinda menyebut kondisi para atlet masih berada di jalur yang tepat. Artinya, mayoritas atlet dinilai tetap menjalankan program latihan dengan baik dan tidak menunjukkan penurunan performa yang signifikan.

"Nanti hasilnya disampaikan ke KONI sebagai evaluasi puslatkot di tahun ini," jelasnya. 

Adapun jumlah peserta yang mengikuti tes parameter tahap pertama terdiri dari 200 atlet, terdiri dari 154 atlet puslatkot dan sekitar 90 atlet potensial yang turut dipantau perkembangannya.

"Masih sesuai on the track, artinya mereka belum ada yang menunjukkan bahwa anak ini tidak latihan, jadi mereka masih on the track," ungkapnya. 

KONI Kota Kediri berharap setelah ini, terjadi peningkatan performa dari tahap pertama menuju tahap kedua. Dwinda menegaskan bahwa hasil tes nantinya akan menjadi indikator apakah program latihan yang dijalankan atlet sudah berjalan dengan baik dan terstruktur.

"Jadi jangan sampai ketika mereka sudah dapat uang honor puslatkot, jangan sampai tidak latihan. Karena memang uang itu digunakan transport, karena memang pelatihan itu," pungkas Dwinda. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow