Wisma Jerman Kembali Gelar Pameran Pendidikan GSHEF 2023 di Surabaya

Direktur Wisma Jerman, Mike Neuber jelaskan kegiatan ini pameran studi rutin tahunan sejak 2012 dengan fokus pendidikan akademik dan vokasi di Jerman dan Swiss yang kini butuhkan tenaga kerja terampil.

25 Nov 2023 - 22:45
Wisma Jerman Kembali Gelar Pameran Pendidikan GSHEF 2023 di Surabaya
Pengunjung GSHEF 2023 saat melakukan konsultasi pendidikan salah satu stan pameran (Ryan/SJP)

Surabaya, SJP - Wisma Jerman kembali adakan pameran studi "German-Swiss Higher Education Fair" (GSHEF) 2023 yang berlangsung pada Sabtu, (25/11/2023) di GF Level, ruang ABCD, Artotel TS Suites Surabaya.

Direktur Wisma Jerman, Mike Neuber jelaskan bahwa kegiatan ini merupakan pameran studi yang sudah digelar rutin tiap tahun sejak 2012, berfokus mengenai pendidikan akademik dan vokasi di Jerman dan Swiss.

"Seperti yang diketahui, pendidikan di Jerman kualitasnya cukup bagus dan akhir-akhir ini disana sedang membutuhkan tenaga kerja terampil," jelas Mike, Sabtu (25/11/2023).

"Jadi negara Jerman sedang membuka pintu lebar bagi pemuda dari luar negeri untuk belajar dan ikut membantu mendukung ekonomi disana," lanjutnya.

Pameran studi ini undang berbagai organisasi yang bergerak dalam bidang pemberian fasilitas pendidikan di Jerman dan Swiss.

Pada pameran studi ini, peserta pameran bisa mendapatk berbagai informasi mengenai persyaratan dan peluang tentang studi di dua negara tersebut.

"Menurut saya Indonesia memiliki peluang yang tinggi karena memiliki banyak anak muda. Bahkan Indonesia juga sudah muncul di peta pendidikan Jerman dan dilirik oleh banyak instusi sebagai sumber mahasiswa," ungkap Mike kepada Suarajatimpost.com.

Diinformasikan juga oleh Mike bahwa 65% pelajar Indonesia di Jerman kembali ke negara kelahirannya dengan membawa skill dan pengetahuan untuk dibagikan, terutama di bidang pembentukan karakter dan pengembangan pola pikir kewirausahaan.

"Disini kami juga berkolaborasi dengan pihak Swiss melalui SEE-UNI. Selain karena memang adanya kerjasama dengan Wisma Jerman, negara Swiss juga dekat secara geografis dan bahasa karena disana juga menggunakan bahasa Jerman," terangnya.

Direktur Wisma Jerman berharap melalui kegiatan ini bisa mendukung lebih banyak pemuda Indonesia yang ingin melanjutkan studi maupun rencana karir mereka di luar negeri, khususnya Jerman.

"Selain itu, kedepannya saya harap bisa menarik lebih banyak institusi dari Jerman maupun negara lain untuk ikut menjalin hubungan melalui pameran pendidikan ini." tandasnya.

Sementara itu, Chintiya Liliek selaku perwakilan dari SEE-UNI merasa kegiatan ini sangat bermanfaat terutama untuk Institusi pendidikan di Jerman dan Swiss karena temanya yang fokus ke dua negara tersebut.

"Target kami dari kegiatan ini adalah lahirnya jalinan komunikasi antara pihak instusi di luar sana dengan calon murid maupun orangtua mereka untuk mencari solusi bersama mengenai studu untuk anak," ujar Chintiya.

SEE-UNI sendiri hadir untuk memperkenalkan berbagai fasilitas yang bisa mereka berikan untuk para calon murid, mulai dari membawakan stan dari berbagai Universitas dari Swiss hingga membantu perencanaan studi hingga karir ke negara bergambar palang putih itu.

Chintiya tambahkan bahwa biaya studi ke Swiss tidak semahal yang dibayangkan banyak orang. 

Bahkan ia ungkapkan bahwa ada banyak universitas terutama dengan studi perhotelan yang menyediakan akomodasi, konsumsi hingga seragam.

"Jadi para murid cukup siapkan skill set kalian, atau kelengakapan diri kalian yang meliputi mental, penguasaan bahasa dan kesiapan secara fisik." pungkasnya.

Adapun Gavra Handaru, murid siswa kelas 10 SMA Progresif Bumi Shalawat ungkapkan bahwa dirinya tertarik dengan pameran ini karena bisa mendapat bayangan untuk persiapan studi di luar negeri.

"Kami kesini bersama dengan guru, memang disuruh oleh sekolah namun saya juga senang karena mendapat banyak informasiemgeni studi di luar negeri." ucapnya. (*)

editor: trisukma

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow