Wali Kota Aminuddin Dorong Pisang Cavendish Jadi Ikon Baru Kota Probolinggo

Potensi pertanian Kota Probolinggo terus berkembang. Pisang Cavendish kini mulai diproyeksikan menjadi komoditas unggulan baru sekaligus ikon daerah. Bersama masyarakat dan LKSA Al Umah, Pemkot Probolinggo mendorong pengembangan urban farming yang produktif dan bernilai ekonomi tinggi.

15 May 2026 - 16:37
Wali Kota Aminuddin Dorong  Pisang Cavendish Jadi Ikon Baru Kota Probolinggo
Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin saat memanen pisang Cavendish. (Foto: Kominfo Kota Probolinggo)

KOTA PROBOLINGGO, SJP - Kota Probolinggo kembali menunjukkan potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan. Salah satunya melalui budidaya pisang cavendish yang kini berkembang di Kelurahan Wonoasih, Kecamatan Wonoasih. Komoditas ini mulai dilirik sebagai salah satu unggulan baru karena dinilai memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan.

Panen pisang cavendish yang berlangsung di RT 7 RW 3 Kelurahan Wonoasih turut dihadiri langsung oleh Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin. Dalam kesempatan tersebut, wali kota ikut memanen buah pisang yang dikenal memiliki kualitas premium dan banyak diminati pasar.

Lahan perkebunan seluas sekitar 2.500 meter persegi itu ditanami kurang lebih 280 pohon pisang cavendish. Pengelolaannya dilakukan oleh Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Yayasan Panti Asuhan Al Umah bersama masyarakat sekitar dengan sistem kerja sama dan bagi hasil.

Budidaya pisang cavendish di kawasan tersebut diketahui telah memasuki masa panen kedua. Hasil yang diperoleh dinilai cukup memuaskan dan berpotensi terus berkembang apabila mendapat dukungan dari pemerintah maupun masyarakat.

Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengatakan, pisang cavendish memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai komoditas utama di Kota Probolinggo selain tanaman pangan lainnya seperti padi dan jagung.

“Jadi pisang cavendish ini akan kita tetapkan sebagai komoditas utama, disamping padi dan jagung, hal ini tak lepas pisang menjadi kebutuhan konsumsi harian,” ujar Aminuddin.

Menurutnya, pengembangan komoditas tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat melalui sektor pertanian perkotaan atau urban farming.

Produktivitas tanaman pisang cavendish juga dianggap cukup menjanjikan. Dalam waktu relatif singkat, hasil panen yang diperoleh mampu mencapai jumlah besar sehingga memberikan peluang keuntungan bagi para petani maupun pengelola lahan.

Selain itu, pemerintah daerah juga berencana memperluas budidaya pisang cavendish dengan melibatkan masyarakat. Nantinya warga akan mendapatkan bantuan bibit serta pendampingan dalam proses penanaman dan pengelolaan tanaman.

“Ke depan kami juga akan membagikan bibit kepada masyarakat. Nantinya ada pembinaan dari Al-Umah bersama DKPPP, termasuk pemanfaatan dari pohon pisang yang sudah dipotong agar tidak terbuang sia-sia,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Panti Asuhan Al Umah, Ustaz Sanip mengungkapkan, saat ini pihaknya telah mengembangkan sekitar empat hektar lahan pisang cavendish. Dari lahan tersebut, panen dapat dilakukan hampir setiap dua minggu sekali.

“Alhamdulillah saat ini kami memiliki sekitar 4 hektar lahan dan hampir setiap dua minggu sekali bisa panen pisang cavendish. Kami siap menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Probolinggo untuk membudidayakan cavendish dan menjadikannya ikon Kota Probolinggo,” katanya.

Meski hasil panen terus meningkat, pihak yayasan mengaku masih menghadapi sejumlah kendala, terutama dalam proses pengemasan dan distribusi. Saat ini sebagian besar hasil panen masih dikirim ke luar daerah, termasuk Surabaya, untuk dipasarkan lebih luas. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow