Wabup Malang Apresiasi Tradisi 99 Tumpeng FKDT di Hari Santri Nasional

FKDT dorong peningkatan kualitas madrasah diniyah dan kesejahteraan guru.

26 Oct 2025 - 22:34
Wabup Malang Apresiasi Tradisi 99 Tumpeng FKDT di Hari Santri Nasional
Wakil Bupati Malang Hj. Lathifah Shohib menghadiri Tradisi 99 Tumpeng dan Doa Bersama yang diselenggarakan DPC FKDT Kabupaten Malang dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025 di Aula Yayasan Al Ma’arif Singosari, Minggu (26/10/2025). (Foto : Dok. Hafid/SJP)

MALANG, SJP – Dalam suasana penuh kekhidmatan, Wakil Bupati Malang Hj. Lathifah Shohib mengapresiasi pelaksanaan tradisi 99 tumpeng yang digelar Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Malang dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Minggu (26/10/2025).

Acara yang rutin dilaksanakan sejak tahun 2015 itu menjadi simbol rasa syukur sekaligus bentuk penghormatan terhadap perjuangan para ulama dan santri dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan yang kali agenda berada di Aula Yayasan Al Ma'arif Singosari Malang.

“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini. Hari Santri adalah momentum untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri yang telah berkontribusi nyata bagi kemerdekaan dan pembangunan bangsa,” tutur Wabup Lathifah

Lathifah juga menegaskan bahwa santri memiliki peran penting sebagai penjaga moral dan nilai kebangsaan. Ia berharap FKDT dapat terus solid dan berkontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan keagamaan di Kabupaten Malang.

Dalam kesempatan itu, Lathifah menyampaikan bahwa Pemkab Malang setiap tahun menyalurkan bantuan sebesar Rp25 juta untuk setiap pondok pesantren sebagai bentuk dukungan penguatan lembaga keagamaan. Ia berharap dengan meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), nilai bantuan tersebut dapat bertambah.

“Semoga PAD Kabupaten Malang terus meningkat agar dukungan untuk pesantren juga semakin besar. Selain dari APBD, kami juga terus memperjuangkan bantuan dari pemerintah pusat, baik fisik maupun nonfisik,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPC FKDT Kabupaten Malang, Nasrul Marwazi, menyebut hingga kini terdapat 1.316 lembaga madrasah diniyah di bawah naungan FKDT yang tersebar di 33 kecamatan. Namun, masih ada sejumlah lembaga yang belum terdata sepenuhnya.

“Fokus kami ada pada madrasah diniyah di luar pesantren, agar semua bisa terwadahi dalam FKDT. Kami juga menjalin kemitraan dengan Kemenag dan Dinas Pendidikan untuk memperkuat pendidikan agama dan karakter,” jelasnya.

Ia menambahkan, FKDT mendapat dana sharing sebesar Rp15 miliar dari Pemkab Malang yang disalurkan ke lembaga madrasah diniyah dengan nominal antara Rp4,5 juta hingga Rp6,3 juta per lembaga, disesuaikan dengan tingkatan ula dan wustha.

“Nilainya memang belum besar, tapi sangat membantu. Kami berharap ke depan bukan hanya kesejahteraan guru yang ditingkatkan, tapi juga pembangunan sarana dan prasarana madrasah,” ungkapnya. (*)

Editor: Danu S

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow