Ekonomi Sirkular dan Green Job, Jadi Ulasan Menteri Lingkungan Hidup saat Tinjau TPA Banjardowo Jombang

Manajemen pengelolaan sampah yang baik bisa menjadi role model bagi konsep ekonomi Sirkular dan green job dalam sisi lain.

15 Jul 2026 - 20:25
Ekonomi Sirkular dan Green Job, Jadi Ulasan Menteri Lingkungan Hidup saat Tinjau TPA Banjardowo Jombang
Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Mohammad Jumhur Hidayat saat mendengarkan penjelasan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang, Miftahul Ulum. (Fredi/SJP)

JOMBANG, SJP - Pengelolaan sampah tidak lagi bisa dilihat sebagai tindakan akan kepedulian atas lingkungan semata. Lebih jauh dari itu, manajemen pengelolaan yang baik bisa menjadi role model bagi konsep ekonomi sirkular dan green job dalam sisi lain.

Hal tersebut diutarakan Menteri Lingkungan Hidup (LH) Republik Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat usai meninjau langsung manajemen pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Banjardowo, Kabupaten Jombang, Rabu (15/7/2026).

Menurut menteri Jumhur, Ekonomi sirkular adalah model ekonomi bertujuan meminimalkan limbah dan memaksimalkan penggunaan sumber daya, beralih dari model linear "ambil-buat-buang" menjadi sistem regeneratif. Praktik memperpanjang asas manfaat produk melalui penggunaan kembali, perbaikan, remanufaktur, dan daur ulang agar material tetap bernilai ekonomis.

"Tinggal kita intervensi supaya ekonomi sirkular, ekonomi yang bisa berputar, jika dapat Rp40 juta ditingkatkan lagi hingga Rp100 juta, karenanya perlu alat apa lagi untuk mencapai Rp100 juta," ucap Menteri Jumhur.

Nafas panjang ke depannya bisa memberikan kemandirian fiskal bagi daerah yang dapat menerapkan ekonomi sirkular pada pengelolaan sampah.

"Sehingga betul-betul tidak ada subsidi. Betul-betul pemerintah tidak keluar uang lagi. Itulah disebut ekonomi sirkular," ungkapnya.

Selanjutnya, menurut Menteri Jumhur teknis pekerjaan pengolahan sampah dari memilih dan memilah sebagaimana yang terjadi di TPA Modern Banjardowo dilaksanakan langsung oleh mantan pemulung. Jika diteruskan bisa ditafsirkan sebagai green job.

"Itulah yang dimaksud dengan green job, dan kita sedang giat-giatnya green job terus meningkat, bagian dari tugas memuliakan bumi. Kalau bekerja tapi ngotori buat apa?, kerja justru membersihkan bumi. Itulah insyaallah bisa lebih banyak lagi, ini contoh baik di Jatim," jelas Menteri Jumhur.

Selanjutnya, untuk intervensi langsung dari Kementrian LH dalam rangka peningkatan ekonomi sirkular dengan bantuan alat yang dibutuhkan, pihaknya akan studi langsung. Melakukan intervensi langsung dengan mengirimkan tim ahli untuk melihat detail.

"Kita akan studi langsung, intervensi, kita ngirim orang untuk lebih detail lagi, hitungannya seperti apa, apakah bisa ditingkatkan kapasitas nya yang ada," bebernya.

"Kalau jumlah sampahnya lebih banyak dan bisa diolah ada skala ekonomi yang harus kita lihat, apakah sudah maksimum atau belum, ini mau kita cek dulu dan kita kirim orang ahli," tandasnya.

Perlu diketahui, TPA Banjardowo di Kabupaten Jombang, Jawa Timur dibangun dengan biaya Rp203 Miliar. Memiliki fasilitas landfill seluas 4,45 Ha dan kapasitas daya tampung sampah hingga 110 ton per hari. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow