Viral Kritikan Mbak Suci dari Taiwan, Bupati Tulungagung: Itu Bukti Demokrasi
Video kritik oleh Mbak Suci kepada para pejabat pemerintah di Tulungagung viral di media sosial. Namun Bupati Tulungagung yang turut disenggol justru memberikan respons yang tenang.
TULUNGAGUNG, SJP—Mbak Suci, seorang pekerja migran asal Desa Suwaluh, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, menjadi sorotan lantaran sejak akhir Juni 2025 dia rutin mengunggah video berisi kritik tajam terhadap berbagai pihak di kampung halamannya melalui media sosial.
Lewat akun Facebook dan TikTok pribadinya, perempuan yang selalu menyebut dirinya Mbak Suci dan bekerja di Taiwan itu kerap menyampaikan unek-uneknya perihal pemerintahan desa hingga kabupaten. Gaya bicaranya yang ceplas-ceplos membuat videonya cepat viral dan menuai banyak reaksi.
Awalnya, kritik ditujukan kepada camat Pakel serta perangkat Desa Suwaluh. Namun seiring waktu, sasaran kritiknya meluas hingga menyentuh nama-nama penting di pemerintahan Kabupaten Tulungagung. Termasuk Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo.
Menanggapi hal itu, Bupati Gatut Sunu Wibowo memberikan respons yang tenang dan mengedepankan prinsip demokrasi. Dia menilai Mbak Suci sebagai sosok yang baik, meski dalam penyampaiannya terkadang terdapat kekeliruan.
“Mbak Suci itu orang baik. Nyatanya baik. Sayang, mungkin bisa dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu. Tapi tidak apa-apa. Itu justru jadi bukti nyata agar bisa menilai kinerja teman-teman kepala desa dan perangkat desa,” ucapnya.
Lebih lanjut, Gatut Sunu menyatakan bahwa dirinya tidak akan membawa persoalan ini ke ranah hukum.
"Kalo saya secara pribadi tidak ada ke arah sana. Tapi tidak tahu kalau yang lain. Itu kan haknya dia. Saya dan Pak Bahrudin (wakil bupati) insyaallah bisa mengerti dan memaafkan,” katanya.
Bupati Gatut juga mengaku mengenal baik keluarga Mbak Suci. Dia menyebut bahwa keluarga Mbak Suci bahkan pernah menjadi tim suksesnya saat pencalonan kepala daerah.
“Saya kenal secara personal. Bapaknya, keluarganya, dulu tim sukses saya. Masak saya permasalahkan,” ujarnya.
Terkait gaya komunikasi Mbak Suci di media sosial, Gatut Sunu melihatnya sebagai bentuk kritik yang bisa menjadi cambuk bagi pemerintah untuk bekerja lebih baik.
“Itu hal biasa. Malah memacu kami untuk bekerja lebih keras,” tambahnya.
Gatut juga menyampaikan bahwa dirinya telah melakukan komunikasi dengan camat Pakel dan kepala Desa Suwaluh, guna merespons dinamika yang terjadi.
“Saya sudah telepon camat dan kades. Kalau tidak bisa mengondisikan dengan baik, ya kita evaluasi kinerjanya. Berati tidak mampu mengomunikasikan dengan wilayah tersebut. Sehingga kami sebagai pimpinan akan mengevaluasi kinerjanya pak camat,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Gatut Sunu menyampaikan harapan agar Mbak Suci dapat kembali ke Tulungagung dan menyelesaikan segala dinamika ini dengan kepala dingin.
“Semoga nanti Mbak Suci bisa pulang, main ke pendopo. Kita ajak bicara bersama kades, camat, dan wakil bupati. Kita selesaikan dengan bijak. Tidak ada masalah. Karena dia bagian dari kami. Orang yang sudah membantu kita, seluruh kesalahannya pun akan kami maafkan,” pungkasnya. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

