UNIPDU Jombang Deklarasi Pemilu 2024 Damai, Ingatkan Fungsi Perguruan Tinggi

Suara Pemilu damai ditandai dengan pembacaan ikrar oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIPDU Jombang Mujianto Solichin diikuti ratusan mahasiswa dan beberapa dosen akademik.

05 Feb 2024 - 15:15
UNIPDU Jombang Deklarasi Pemilu 2024 Damai, Ingatkan Fungsi Perguruan Tinggi
Kegiatan Deklarasi Pemilu 2024 Damai UNIPDU Jombang dihadiri ratusan mahasiswa. (Fredi/SJP)

Kabupaten Jombang, SJP - Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (UNIPDU) Jombang melalui jajaran civitas akademika menggelar deklarasi damai Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, di Meeting Room 1 kampus, Senin (5/2/2024). 

Suara Pemilu damai ditandai dengan pembacaan ikrar oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIPDU Jombang Mujianto Solichin diikuti ratusan mahasiswa dan beberapa dosen akademik. 

Mujianto Solichin menyampaikan maksud dari kegiatan untuk deklarasi damai Pemilu 2024 yang sebentar lagi akan diselenggarakan. 

"Menjaga Pemilu tetap kondusif, civitas akademika UNIPDU Jombang melakukan deklarasi damai tanpa ada paksaan atau intimidasi," kata Mujianto Solichin selaku Wakil Rektor di Kampus UNIPDU Jombang, Senin (5/2/2024). 

Termasuk respon adanya beragam sikap yang disampaikan oleh berbagai universitas di Indonesia. Pihaknya menilai kampus tidak seharusnya menjadi ajang politik praktis. 

"Mengembalikan cita - cita awal dari fungsi perguruan tinggi. Yaitu memiliki fungsi kontrol terhadap pemerintah," ujarnya. 

Tidak ikut terlibat dalam politik praktis yang pada akhirnya politik praktis menjadikan kampus itu dipandang negatif oleh masyarakat. 

Karena fungsi kampus menjadi kontrol dari jalannya pemerintahan dan sebagai tempat ya, ditempanya calon - calon pemimpin di masa yang akan datang. 

"Kita berharap mahasiswa maupun calon mahasiswa benar - benar bebas dari berbagai kepentingan. Terutama kepentingan politik," tandas Mujianto. 

Sementara Eunike Rahma mahasiswi UNIPDU Jombang berharap Pemilu 2024 bisa berjalan dengan baik. Berjalan sukses dengan tetap pada cara-cara bersih dan jujur. 

"Ya sepertinya para aparat senantiasa menjaga netralitas di tahun politik," ungkapnya. 

Dirinya mengingatkan mahasiswa untuk menggunakan nalar kritis guna menentukan pilihan. 

"Kita mahasiswa, pastinya harus kedepankan ilmu dan ide serta nalar kritis," ujarnya. 

Tidak bisa kita hanya memilih sembarangan atau ikut-ikutan. Kita harus tegas, cek setiap data dan fakta siapa yang akan kita pilih.

"Itulah idealisme yang harus kita tegakkan untuk diri sendiri," pungkasnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow