Turba PWNU Jatim di Malang Raya, Pemkab dan NU Sepakat Sinergi Atasi Kemiskinan

Bupati Sanusi menyebut angka kemiskinan di Kabupaten Malang saat ini masih berada di kisaran 8,5 persen.

03 Dec 2025 - 16:01
Turba PWNU Jatim di Malang Raya, Pemkab dan NU Sepakat Sinergi Atasi Kemiskinan
Gus Hamim, Ketua PCNU Kabupaten Malang, memberikan paparan penguatan organisasi pada rangkaian Turba PWNU Jawa Timur di Pendopo Agung. (Foto: Hafid/SJP)

MALANG, SJP — Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menggelar agenda Turun ke Bawah (Turba) bersama Pengurus Cabang NU (PCNU) se-Malang Raya di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (3/12/2025). 

Pertemuan ini dibuka oleh Bupati Malang, H. M. Sanusi, yang secara eksplisit menyoroti pentingnya pengentasan kemiskinan sebagai agenda besar yang memerlukan sinergi antara pemerintah daerah dan NU.

Dalam pengantarnya, Bupati Sanusi menilai forum Turba ini vital untuk memastikan konsolidasi internal NU berjalan optimal hingga tingkat paling bawah. Ia menekankan bahwa keselarasan gerak program antara PBNU, PWNU, dan PCNU dengan kondisi sosial masyarakat akan sangat menentukan efektivitas program keumatan.

Bupati Sanusi menyebut angka kemiskinan di Kabupaten Malang saat ini masih berada di kisaran 8,5 persen. Angka ini dinilai membutuhkan penanganan terpadu, apalagi mayoritas masyarakat Kabupaten Malang adalah muslim.

"Ironis, mayoritas masyarakat kita adalah muslim, tetapi kemiskinan masih cukup tinggi. Ini harus ditangani bersama," tegasnya, Rabu (3/12/2025).

Ia menambahkan, belum adanya peta prioritas terperinci dari Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi tantangan tersendiri dalam menentukan wilayah yang harus mendapatkan intervensi cepat.

Menanggapi ajakan sinergi tersebut, Ketua PCNU Kabupaten Malang, KH Muhammad Hamim Kholili, atau yang akrab disapa Gus Hamim, menyatakan kesiapan penuh PCNU untuk mendukung program prioritas pemerintah daerah, terutama dalam pengentasan kemiskinan.

Gus Hamim menjelaskan bahwa PCNU telah menjalankan berbagai gerakan yang bersentuhan langsung dengan warga melalui lembaga di bawah naungannya, seperti Lazisnu, Lakpesdam, pondok pesantren, dan lembaga pendidikan Ma’arif.

"Kami punya program konkret yang bersentuhan langsung dengan masyarakat," ujarnya.

Selain isu kemiskinan, Gus Hamim juga menyinggung perkembangan signifikan dalam upaya sertifikasi aset wakaf NU di Kabupaten Malang. Dari lebih dari 3.000 aset wakaf yang dimiliki, sekitar 700 aset telah berhasil tersertifikasi.

Jumlah sertifikasi ini, menurut Gus Hamim, merupakan angka tertinggi di Jawa Timur. Aset tersebut meliputi masjid, musala, lembaga pendidikan, tanah bangunan, hingga tanah kosong.

Rencananya, sertifikat wakaf tersebut akan diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur pada pertengahan Desember 2025. Proses penyerahan akan dilanjutkan dengan penyerahan tambahan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, pada akhir tahun ini atau awal tahun mendatang.

Selain fokus pada konsolidasi program dan penanggulangan kemiskinan, Bupati Sanusi juga meminta masyarakat untuk memperbanyak doa melalui istigasah sebagai ikhtiar kolektif memohon keselamatan, mengingat maraknya bencana di sejumlah daerah lain. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow