Tahun Kedua Kepemimpinan, Bupati Jember Canangkan 2026 Sebagai Tahun Pembuktian

Hal tersebut ditegaskan Fawait dalam forum refleksi satu tahun kepemimpinannya. Ia meminta seluruh jajaran birokrasi agar tidak terlena dan mulai meningkatkan ritme kerja.

02 Mar 2026 - 17:00
Tahun Kedua Kepemimpinan, Bupati Jember Canangkan 2026 Sebagai Tahun Pembuktian
Bupati Jember Muhammad Fawait. (Ulum/SJP)

JEMBER, SJP– Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan arah baru pemerintahannya pada tahun kedua kepemimpinan setelah melewati fase adaptasi pada tahun 2025. 

Bupati menyebut tahun 2026 sebagai momentum "pembuktian" untuk mempercepat pembangunan di Kabupaten Jember.

Hal tersebut ditegaskan Fawait dalam forum refleksi satu tahun kepemimpinannya. Ia meminta seluruh jajaran birokrasi agar tidak terlena dan mulai meningkatkan ritme kerja.

“Kalau 2025 adalah pemanasan, maka 2026 adalah tahun pembuktian. Kita harus berlari, bukan lagi berjalan,” kata Bupati, Senin (2/3/2026).

Gus Fawait mengakui bahwa dinamika politik di Jember selama setahun terakhir cukup dinamis. Namun, ia mewanti-wanti agar suhu politik tidak menghambat urusan pelayanan publik kepada masyarakat.

“Dinamika itu biasa dalam demokrasi. Yang tidak boleh terganggu adalah pelayanan kepada rakyat, itu yang paling utama,” ujarnya.

Pada tahun 2026 ini, Gus Fawait membeberkan sejumlah program strategis. Fokus utamanya meliputi percepatan investasi, penyempurnaan regulasi tata ruang, hingga penguatan Mal Pelayanan Publik (MPP).

“Saya akan fokus pada investasi, penyempurnaan regulasi tata ruang, hingga MPP,” paparnya.

Salah satu program yang menjadi sorotan adalah aktivasi kembali Bandara Jember. Langkah ini dinilai strategis untuk membuka konektivitas serta menarik investor masuk ke Bumi Pandhalungan.

“Tujuannya jelas, menciptakan lapangan kerja untuk mengurai kemiskinan di Jember,” tambahnya.

Terkait hubungan dengan legislatif, Gus Fawait menilai perbedaan pandangan antara eksekutif dan DPRD merupakan hal lumrah dalam fungsi kontrol. Baginya, sinergi tetap harus diutamakan demi kesejahteraan warga.

“Perbedaan pandangan antara Pemkab dan DPRD itu hal biasa. Tapi kesejahteraan warga adalah tujuan utama kami semua,” tegasnya.

Menutup refleksinya, politisi yang besar di lingkungan pesantren ini menyampaikan pesan emosional. Ia menyebut pengabdiannya di Jember merupakan bentuk totalitas sebagai putra daerah.

“Saya ini anak desa. Saya meninggalkan banyak hal untuk mengabdi di tanah kelahiran. Amanah ini harus dijaga dengan kerja nyata,” pungkasnya. (***) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow