SPPG Kedua Polres Tulungagung Resmi Beroperasi, Terapkan Standar Ketat

Untuk memastikan kualitas makanan tetap aman dikonsumsi, Polres Tulungagung menerapkan prosedur ketat food security. Pemeriksaan dilakukan melalui uji organoleptik dan uji kimiawi.

11 Dec 2025 - 21:35
SPPG Kedua Polres Tulungagung Resmi Beroperasi, Terapkan Standar Ketat
Pemberangkatan distribusi MBG perdana SPPG Jarakan. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP - Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Tulungagung kembali berjalan dengan pendistribusian ratusan paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) kepada masyarakat. Pada Kamis (11/12/2025) pagi, Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi memimpin langsung penyaluran 966 paket MBG untuk warga Desa Jarakan dan Desa Wonokromo, Kecamatan Gondang. Ini menjadi pendistribusian perdana untuk SPPG Polres Tulungagung yang kedua.

Kapolres menjelaskan bahwa program tahap kedua ini dijalankan sesuai petunjuk teknis Badan Gizi Nasional (BGN).

“Untuk tahap pertama ini maksimal 1.000 penerima manfaat, dan hari ini SPPG Polres Tulungagung 2 mendistribusikan 966 paket,” ujar AKBP Taat Resdi.

Ratusan paket makanan itu diberikan kepada siswa PAUD hingga SMA, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Masyarakat terlihat antusias menerima bantuan tersebut, terutama karena ini merupakan kali pertama MBG disalurkan di Desa Jarakan dan Wonokromo.

“Detailnya mulai dari PAUD sampai SMA termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Total 966 paket,” jelas Kapolres.

Kapolres Taat juga menerangkan bahwa jumlah penerima manfaat akan meningkat secara bertahap pada minggu kedua dan ketiga sesuai pedoman distribusi. 

“Minggu pertama maksimal 1.000, minggu kedua 1.500, dan minggu ketiga bisa 2.500 sampai 3.000. Ada tahapannya agar relawan bisa beradaptasi,” katanya.

Untuk memastikan kualitas makanan tetap aman dikonsumsi, Polres Tulungagung menerapkan prosedur ketat food security. Pemeriksaan dilakukan melalui uji organoleptik, meliputi bau, rasa, dan tampilan fisik oleh tim kesehatan.

“Organoleptik itu dicek mulai dari bau, rasa, tampilan fisiknya untuk mengantisipasi makanan yang tidak layak,” terang Kapolres.

Selain pengecekan organoleptik, paket makanan juga diuji kandungan kimianya untuk memastikan bebas dari bahan berbahaya. 

“Secara kimiawi dicek apakah ada formalin, nitrit, sianida, atau arsenik. Kalau ada, makanan tidak boleh diedarkan,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Tulungagung, Sabrina Mahardika, menyebut SPPG Jarakan menjadi lokasi ke-67 yang telah berjalan di Tulungagung. Namun sampai dengan saat ini baru tiga SPPG yang memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). 

“Total sekarang ada 67 yang running, dan tiga yang sudah memiliki SLHS. Yang lainnya masih proses pengajuan,” ujar Sebrina.

Tidak hanya untuk siswa dan ibu hamil, BGN juga berencana memperluas penerima manfaat MBG untuk anak putus sekolah.

Antusiasme siswa pun terlihat jelas, salah satunya Hanifa, pelajar SDN 2 Jarakan.

“Senang, isinya enak semua. Ada telur, sayur, tahu, timun, sama anggur,” ungkap Hanifa saat menerima paket makan pertamanya. (*) 

Editor: 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow