SPPG Bumi Jaya Munjungan Resmi Diluncurkan, Suplai Gizi untuk 3.700 Penerima

Saat ini, dapur tersebut menyuplai kebutuhan gizi di empat desa, yakni Desa Bangun, Bendoroto, Tawing, dan Munjungan.

06 Sep 2025 - 21:28
SPPG Bumi Jaya Munjungan Resmi Diluncurkan, Suplai Gizi untuk 3.700 Penerima
Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko, meninjau dapur SPPG Bumi Jaya Trenggalek. (Istimewa)

TRENGGALEK, SJP - Upaya meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat di Kabupaten Trenggalek semakin nyata dengan diresmikannya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bumi Jaya di Kecamatan Munjungan.

Peresmian dilakukan langsung oleh Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, pada Sabtu (6/9/2025).

Budiman memberikan apresiasi kepada pihak swasta yang turut berinisiatif mendirikan SPPG secara mandiri.

Menurutnya, pemerintah saat ini sedang fokus mengalokasikan anggaran negara bagi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah 3T, yaitu daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.

“Daerah perbatasan, daerah tertinggal yang ada di Indonesia itu sekarang menjadi fokus dari BGN lewat APBN,” ujar Budiman.

Ia menjelaskan bahwa meskipun pusat memprioritaskan wilayah 3T, pembentukan SPPG di daerah lain juga tetap berjalan dengan skema berbeda.

Budiman menegaskan bahwa BP Taskin tetap menjalin komunikasi dengan berbagai pihak agar dapur gizi mandiri bisa tumbuh di daerah-daerah yang memiliki kantong kemiskinan.

“Dari BP Taskin kerja sama juga akan membangun. Cuma di wilayah 3T persyaratan lebih longgar, tidak harus 3-4 ribu penerima manfaat di setiap SPPG,” imbuhnya.

Sementara itu, pengelola SPPG Bumi Jaya, Ahmad Riyadi, menjelaskan alasan menghadirkan Budiman Sudjatmiko dalam peresmian kali ini.

Menurutnya, pendirian SPPG mandiri yang dijalankannya memang tidak lepas dari dukungan dan kuota yang diberikan BP Taskin.

“Kenapa dapur SPPG ini menghadirkan beliau, karena jalur pendirian mandiri ini melalui kuota dari BP Taskin,” jelas Riyadi.

Ia menambahkan, SPPG Bumi Jaya sudah lebih dulu beroperasi dan melayani masyarakat sekitar dengan menyalurkan makanan bergizi untuk anak sekolah maupun kelompok rentan. Saat ini, dapur tersebut menyuplai kebutuhan gizi di empat desa, yakni Bangun, Bendoroto, Tawing, dan Munjungan.

“Awal kita 2.000 penerima. Minggu berikutnya 3.019. Untuk pertengahan bulan, mulai tanggal 15, sudah termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sekitar 3.700 penerima,” terang Riyadi.

Tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi, Riyadi juga menegaskan komitmen SPPG Bumi Jaya dalam memberdayakan potensi lokal. Beras dan lauk pauk sebagian besar diperoleh dari petani dan nelayan sekitar, meski untuk komoditas tertentu tetap harus didatangkan dari wilayah lain.

“Lauk pauk ikan kita dekat. Kalau ayam, terus terang di Munjungan kurang, jadi terpaksa ambil dari Kampak atau Gandusari yang terdekat,” ungkapnya.

Selain itu, Riyadi juga memastikan tenaga kerja yang dilibatkan seluruhnya berasal dari warga sekitar. Total ada 47 relawan ditambah empat tenaga khusus sesuai standar operasional yang ditetapkan.

“Karena yang tiga itu SPPI, akuntan, dan ahli gizi langsung dibiayai negara. Semua yang lain diambil dari warga sekitar. Termasuk driver, saya tambah sepeda motor dua karena kondisi geografis Munjungan,” tandasnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow