Lion Wings Gandeng PDGI Luncurkan Bus Periksa Gigi Keliling
Bus gigi keliling pertama di Indonesia diluncurkan, membawa layanan periksa gratis dan edukasi langsung ke masyarakat, menjawab rendahnya akses dan kebiasaan sikat gigi yang belum benar.
SURABAYA, SJP—Hampir semua orang tahu pentingnya menyikat gigi. Tapi tahukah Anda bahwa hanya sedikit orang Indonesia yang melakukannya dengan cara yang benar? Padahal, menyikat gigi bukan cuma soal rutinitas pagi dan malam, tapi juga soal menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Menjawab tantangan tersebut, PT Lion Wings bersama Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) meluncurkan bus pemeriksaan gigi keliling untuk mendekatkan edukasi dan layanan kesehatan gigi ke tengah masyarakat. Momen peluncuran bertepatan dengan kegiatan Kongres PDGI XXVIII yang berlangsung pada Kamis (15/5/2025) di Grand City Surabaya.
Group Brand Manager Oral Care PT Lion Wings, Aurelia Venny mengatakan, peluncuran bus itu merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung kesehatan gigi masyarakat Indonesia melalui pendekatan langsung ke lapangan.
"Kami mempunyai komitmen yang kuat untuk mengedukasi dan mendukung kesehatan gigi masyarakat Indonesia melalui produk dan kegiatan kami," ujar Aurelia, Kamis (15/5/2025).
Bus tersebut merupakan bentuk nyata dari kolaborasi strategis antara PT Lion Wings dan PDGI yang menyasar masyarakat yang belum memiliki kebiasaan memeriksa gigi secara rutin. Aurelia menyoroti kebiasaan masyarakat Indonesia yang kerap mengabaikan gigi berlubang, dan hanya pergi ke dokter saat sudah sakit.
"Dengan adanya bus ini, kami ingin mendorong masyarakat lebih sadar dan berani memeriksakan gigi sejak dini," lanjutnya.
Aurelia mengungkapkan, untuk saat ini, bus periksa gigi keliling tersebut masih berjumlah satu unit. Namun tidak menutup kemungkinan PT Lion Wings akan menambah armada di masa depan, menjangkau lebih luas dari Sabang sampai Merauke.
"Kami harap ini menjadi langkah awal untuk menjangkau seluruh Indonesia. Kota-kota tujuan sudah kami rancang dalam perencanaan, meski belum bisa kami sebutkan sekarang," jelas Aurelia.
Teknologi Modern dalam Pelayanan Screening
Bus pemeriksaan gigi keliling itu memiliki dua kursi pemeriksaan dan dilengkapi teknologi intraoral monitor, yang memungkinkan pasien melihat langsung kondisi mulut mereka melalui layar sekaligus memudahkan dokter dalam melakukan pemeriksaan.
Namun, layanan yang diberikan di dalam bus masih bersifat screening awal. Namun bisa dilanjutkan ke tindakan apabila bekerja sama dengan kegiatan bakti sosial PDGI. Semua layanan ini diberikan secara gratis, sebagai bagian program corporate social responsibility (CSR) perusahaan.
"Untuk tindakan lebih lanjut kami biasanya berikan rujukan, namun dalam event tertentu bisa dilakukan langsung di lokasi dengan dokter dari PDGI," imbuhnya.
Sebagai informasi tambahan, bus periksa gigi keliling itu akan beroperasi pada 17 Mei 2025 dalam kegiatan bakti sosial di Balai Kota Surabaya.
Data Nasional: Akses Rendah, Kebutuhan Tinggi
Ketua Umum Pengurus Besar PDGI periode 2022-2025, drg. Usman Sumantri, menyoroti pentingnya layanan seperti pengadaan bus mengingat kesenjangan besar antara kebutuhan dan akses layanan gigi di Indonesia.
"Riskesdas (data riset kesehatan daerah) menunjukkan hampir 57 persen penduduk membutuhkan layanan kesehatan gigi. Namun hanya sekitar 10 persen yang mendapatkannya," kata drg. Usman.
Menurutnya, fokus besar perlu diberikan pada wilayah terpencil yang tidak memiliki akses ke dokter gigi. Kendati demikian, dia mendukung penuh langkah awal peluncuran bus tersebut dan berharap bisa sukses meningkatkan antusiasme masyarakat untuk melakukan pengecekan gigi secara rutin.
"Bus seperti ini akan sangat bermanfaat di daerah-daerah kecil atau perbatasan yang tidak memiliki dokter gigi sama sekali," ungkapnya.
"Pendidikan untuk sikat gigi yang benar dan pemeriksaan rutin 6 bulan sekali harus terus didorong. Bus ini jadi salah satu cara mendekatkan edukasi dan layanan," tegas drg. Usman.
Harapan dari PDGI Wilayah Jawa Timur
Ketua Pengurus Wilayah (Pengwil) PDGI Jawa Timur, drg. Sumartono, menyambut positif kehadiran bus itu dan berharap program hasil kolaborasi antara Lion Wings dan PDGI bisa terus diperluas agar manfaatnya bisa dirasakan lebih merata.
"Masyarakat sangat membutuhkan fasilitas seperti ini. Karena layanan dari pemerintah belum mencukupi," ujarnya.
Dia menekankan bahwa edukasi kepada masyarakat harus dilakukan secara konsisten dan menyeluruh, terutama kepada anak-anak usia sekolah, mengingat masih rendahnya praktik menyikat gigi dengan benar.
"Riskesdas tahun 2018 menyebut bahwa, meski 97 persen orang menyatakan sudah menyikat gigi, yang benar-benar menyikat dengan benar hanya 2 hingga 2,5 persen. Ini artinya edukasi belum sampai dengan baik," ujar drg. Sumartono.
Menurutnya, kehadiran bus periksa gigi keliling menjadi salah satu solusi konkret dalam menutup celah tersebut, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini belum tersentuh layanan rutin kesehatan gigi, dengan harapan lebih banyak masyarakat Indonesia mulai memperhatikan kesehatan gigi mereka sejak dini. (**)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

