Realisasi Retribusi Pasar Tulungagung Semester I Capai 54,18 Persen
Melihat realisasi yang sudah melampaui 50 persen, Disperindag memprediksi akan ada penambahan target dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2025. Pasar Ngemplak menjadi penyumbang terbesar pendapatan retribusi.
TULUNGAGUNG, SJP - Realisasi pendapatan dari retribusi pasar yang dikelola Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tulungagung pada semester I tahun 2025, telah mencapai lebih dari setengah target Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Analis Kebijakan Ahli Muda Disperindag Tulungagung, Yusantoso, mengatakan bahwa dari target retribusi sebesar Rp4.620.315.320, capaian hingga pertengahan tahun ini telah menyentuh Rp2.503.112.014 atau 54,18 persen.
“Dari total keseluruhan itu, kami membaginya menjadi dua jenis jasa, yaitu jasa umum dan jasa usaha. Untuk jasa umum yang meliputi pelayanan persampahan, targetnya Rp488.440.700 dan realisasinya sudah Rp277.170.950 atau 56,75 persen,” ujarnya, Selasa (5/8/2025).
Sementara untuk retribusi pelayanan pasar, target yang ditetapkan dalam APBD 2025 sebesar Rp3.368.888.620. Hingga semester I, realisasi penerimaannya mencapai Rp1.826.689.780 atau sekitar 54,22 persen.
Dari kategori jasa usaha, retribusi pasar grosir atau pertokoan ditargetkan Rp230 juta dengan realisasi Rp119.716.784. Adapun retribusi tempat khusus parkir ditargetkan Rp532.986.000 dan telah terealisasi Rp279.534.500 atau 52,45 persen.
Yusantoso mengungkapkan, Pasar Ngemplak menjadi penyumbang terbesar pendapatan retribusi.
“Persentasenya hampir 30 persen dari total, karena jumlah pedagang di Pasar Ngemplak juga hampir 30 persen dari keseluruhan pedagang yang ada. Aktivitas pasarnya pun hampir 24 jam,” jelasnya.
Melihat realisasi yang sudah melampaui 50 persen, Disperindag memprediksi akan ada penambahan target dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2025.
“Sepertinya sudah ada kenaikan target di PAK, berkisar antara Rp400 sampai Rp500 juta hingga akhir tahun ini. Dengan kondisi seperti ini, kami harus mengoptimalkan lagi potensi yang ada di pasar,” kata Yusantoso.
Ia menambahkan, total target retribusi setelah PAK diperkirakan akan menembus Rp5 miliar.
“Posisi saat ini target awalnya Rp4,6 miliar. Realisasi tahun 2024 kemarin sekitar Rp4,8 miliar. Jadi, tahun ini kami harus benar-benar menggali potensi agar target tercapai,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

