Produk Hortikultura Kota Batu Perkuat Pasar Nasional

Misi dagang ini diperkuat dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang menjadi fondasi penyusunan tata kelola perdagangan yang lebih terstruktur.

12 Dec 2025 - 15:30
Produk Hortikultura Kota Batu Perkuat Pasar Nasional
Penandatanganan MoU antara Kota Batu dan Kota Ternate. (Prokopim for SJP)

KOTA BATU, SJP — Pemerintah Kota (Pemkot) Batu secara agresif membawa produk hortikultura unggulan daerah ke pangsa pasar nasional yang lebih luas. 

Langkah ini dibuktikan dengan pelaksanaan misi dagang ke Kota Ternate, Maluku Utara, yang tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga strategi konkret untuk mengatasi stagnasi pasar dan keterbatasan ruang ekspansi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang selama ini menghantui pelaku usaha di Kota Batu.

Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa selama bertahun-tahun, komoditas utama Batu seperti apel, stroberi, dan berbagai sayuran dataran tinggi hanya berputar di pasar Jawa dan Bali. 

Ketergantungan pada pasar yang terbatas ini disebutnya membuat para petani rentan terhadap fluktuasi harga dan serapan pasar yang tidak stabil.

"Kondisi ini menjadi alarm bagi Pemkot Batu untuk mencari terobosan baru. Ternate dipilih sebagai pintu masuk karena tingginya kebutuhan komoditas hortikultura di wilayah Indonesia timur dan minimnya pasokan berkualitas dari daerah produsen," kata Nurochman, pada Jumat (12/12/2025). 

Ia menegaskan bahwa ekspansi pasar saat ini merupakan kebutuhan struktural, bukan sekadar agenda seremonial. 

Ia membawa misi bahwa Kota Batu harus berani keluar dari zona nyaman jika ingin menjaga stabilitas ekonomi masyarakat yang sebagian besar bergantung pada sektor pertanian dan UMKM.

Misi dagang ini diperkuat dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang menjadi fondasi penyusunan tata kelola perdagangan yang lebih terstruktur. Kerja sama ini dirancang tidak hanya sebatas jual beli, tetapi juga memastikan mekanisme distribusi, standarisasi kualitas produk, hingga agenda pengembangan pariwisata kedua daerah dapat terhubung secara sistematis.

Ia berharap, misi dagang ke Ternate ini dapat membuka pintu bagi pasar baru yang selama ini tidak tergarap, sekaligus menyiapkan fondasi ekonomi regional yang saling menopang antara Kota Batu dan Kota Ternate.

"Titik krusial dalam misi ini adalah sesi business matching yang mempertemukan pengusaha Batu dan Ternate. Di sana, para pelaku pasar berdiskusi langsung mengenai volume, harga, kontinuitas pasokan, hingga peluang masuknya produk olahan UMKM kami ke jaringan ritel dan pusat oleh-oleh di Ternate," pungkasnya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow