Pria Kota Kediri Hanyut Terseret Arus Sungai Brantas, BPBD 2 Wilayah dan Basarnas Lakukan Pencarian

Rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan, tetapi derasnya arus membuat korban tidak berhasil ditolong.

05 May 2026 - 17:33
Pria Kota Kediri Hanyut Terseret Arus Sungai Brantas, BPBD 2 Wilayah dan Basarnas Lakukan Pencarian
BPBD Kota Kediri saat melakukan penyusuran sungai Brantas (foto : istimewa)

KOTA KEDIRI, SJP - Seorang pria bernama Imam Sujono (58) dilaporkan hanyut terbawa arus Sungai Brantas pada Selasa, 5 Mei 2026, sekitar pukul 09.30 WIB. Peristiwa terjadi di bawah Jembatan Jongbiru sisi barat, wilayah Kelurahan Mrican, Kota Kediri.

Sebelum hanyut, korban dilaporkan tengah menyiapkan tempat di tepi sungai bersama seorang temannya sebagai persiapan kegiatan pladu.

"Memang masuk ke pinggir sungai, untuk membersihkan pinggiran sungai. Katanya untuk persiapan pladu nanti mencari ikannya biar mudah," ujar Kalaksa BPBD Kota Kediri Joko Arianto, di lokasi pencarian, Selasa (5/5/2026). 

Keduanya kemudian masuk ke aliran sungai, namun diduga karena kelelahan dan kuatnya arus, korban tidak mampu bertahan berdiri hingga akhirnya terseret arus Brantas.

Rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan, tetapi derasnya arus membuat korban tidak berhasil ditolong.

"Pusaran air di tengah juga kencang akhirnya hanyut. Menurut saksi, korban sempat minta tolong tapi belum bisa (tertolong). Kita kesini sudah tidak kelihatan, langsung kita susuri sungai," tambahnya. 

Joko Arianto menambahkan, korban sebenarnya telah diingatkan untuk menggunakan alat bantu pelampung tradisional, seperti galon atau bambu. Namun korban memilih tidak menggunakannya.

"Yang selamat bawa bambu sebagai pelampung," ungkap Joko. 

Joko, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan.

“Begitu mendapat informasi, kami langsung menuju lokasi dan melakukan penyisiran sungai. Sudah dua kali dilakukan penyisiran, namun korban belum ditemukan,” ujarnya.

BPBD Kota Kediri juga telah berkoordinasi dengan Basarnas serta BPBD Kabupaten Kediri untuk melakukan pencarian bersama. Tiga tim yang terdiri dari BPBD Kota Kediri, BPBD Kabupaten Kediri, dan Basarnas Trenggalek masing-masing membawa perahu untuk menyisir aliran sungai melakukan pencarian.

Proses pencarian dilakukan dengan penyisiran sejauh 2 hingga 3 kilometer dari titik awal kejadian. Hingga saat ini, tim masih terus melakukan pencarian sambil menunggu koordinasi lanjutan dengan Basarnas. 

“Jadi nanti ada tiga tim yang akan melakukan pencarian dari BPBD Kota Kediri 9 personel, Kabupaten Kedirk kemungkinan juga sama kemudian dari Basarnas sekitar 6 personel. Untuk pencarian di wilayah Bendung Waru Turi dihandle oleh BPBD Kabupaten," tambahnya. 

Pencarian akan dilakukan sejak pagi hingga sore hari, dengan evaluasi setiap harinya untuk menentukan langkah berikutnya apabila korban belum ditemukan.

"Kita akan susuri lagi. Biasanya saat saat terjadi seperti ini, tenggelam dulu ke dalam lalu mengambang, tenggelam lagi," jelas Joko. 

Sementara itu, sebagai langkah antisipasi, BPBD Kota Kediri mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di bantaran Sungai Brantas, terutama saat kondisi arus deras.

“Keselamatan harus diutamakan. berhati-hati. Kalau menemukan sesuatu yang mencurigakan segera hubungi 112,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

    

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow