Pramuwisata Batu Minta Dukungan Pemkot untuk Upgrade Skill, Demi Tingkatkan Layanan Wisatawan
Para pemandu wisata, yang kerap disebut tour guide, merupakan garda terdepan dalam menyambut dan mendampingi wisatawan yang datang ke Kota Batu sehingga peningkatan kemampuan dan kompetensi para pramuwisata menjadi kebutuhan penting demi memberikan pelayanan yang semakin profesional.
KOTA BATU, SJP – Selama ini, para pramuwisata di Kota Batu telah terbiasa mengasah kemampuan secara mandiri demi menyajikan layanan terbaik bagi wisatawan. Namun, kali ini mereka menyuarakan harapan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Batu untuk mendapatkan dukungan peningkatan kapasitas secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Ketua Batu Guide Community (BGC), Oding Alfarifta pada Kamis (17/4/2025) menyampaikan, para pemandu wisata, yang kerap disebut tour guide, merupakan garda terdepan dalam menyambut dan mendampingi wisatawan yang datang ke Kota Batu, sehingga peningkatan kemampuan dan kompetensi para pramuwisata menjadi kebutuhan penting demi memberikan pelayanan yang semakin profesional.
“Selama ini kami belajar secara autodidak, seperti melalui kegiatan Edu-Trip ke situs-situs bersejarah secara swadaya. Kami pernah ke Candi Songgoriti, Mojokerto, hingga Kediri untuk memahami sejarah yang nantinya kami ceritakan ke tamu,” ujar Oding.
Ia menjelaskan, meski inisiatif belajar mandiri tetap dilakukan secara rutin, dukungan resmi dari Pemkot Batu akan menjadi langkah besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor kepariwisataan.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya pelatihan sertifikasi dan uji kompetensi bagi tour guide agar seluruh pramuwisata di Kota Batu memiliki legalitas serta kompetensi resmi.
“Kalau kami ikut secara mandiri, biayanya cukup besar. Tapi kalau program ini difasilitasi oleh Dinas Pariwisata, tentu akan sangat membantu. Kami butuh program upgrading skill dari Pemkot, agar para anggota BGC/HPI bisa lebih siap dan profesional saat mendampingi tamu,” imbuhnya.
BGC juga berharap nantinya Pemkot Batu dapat melibatkan pramuwisata lokal dalam kegiatan resmi, termasuk kunjungan kerja atau kunjungan wisata tamu pemerintah, sebagai bentuk pemberdayaan dan apresiasi terhadap profesi pemandu wisata.
“Harapan kami, semua ini sejalan dengan misi Wali Kota yang baru dalam meningkatkan kualitas dan kesejahteraan SDM,” pungkas Oding. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

