Polisi Selidiki Kasus Penemuan Bayi Dalam Karung di Trenggalek

Penyelidikan awal ditemukan adanya bekas jeratan di leher serta beberapa memar lain yang mengarah pada dugaan kekerasan.

07 Dec 2025 - 16:35
Polisi Selidiki Kasus Penemuan Bayi Dalam Karung di Trenggalek
Polisi lakukan olah TKP penemuan jasad bayi dalam karung di Trenggalek. (Istimewa)

TRENGGALEK, SJP - Makam bayi yang ditemukan meninggal dunia di dalam karung di Desa Terbis, Kecamatan Panggul, Trenggalek, dibongkar, pada Sabtu (6/12/2025).

Satreskrim Polres Trenggalek bersama Kedokteran Forensik Polda Jatim melakukan pembongkaran makam untuk proses autopsi demi memastikan penyebab kematian.

Sebelumnya pada Jumat (5/12/2025) warga digegerkan dengan penemuan jasad seorang bayi laki-laki yang diduga menjadi korban tindak kekerasan oleh ibu kandungnya sendiri.

Mayat bayi malang itu ditemukan dalam sebuah karung, tergeletak di pekarangan samping rumah warga Dusun Dayu Dulur, Desa Terbis, Kecamatan Panggul.

Kasatreskrim Polres Trenggalek, AKP Eko Widiantoro, menjelaskan, polisi menemukan sejumlah indikasi kekerasan pada tubuh bayi tersebut. Lokasi penemuan berada tidak jauh dari rumah keluarga terduga pelaku.

"Bayi itu pertama kali ditemukan oleh Tumi (70) Jumat kemarin sekira pukul 14.30 WIB. Waktu itu yang bersangkutan ini sedang mencari rumput di kebun samping rumahnya," kata AKP Eko.

Saat itu Tumi, saksi pertama, melihat sebuah karung putih yang tergeletak dekat tebing dan tertutup rerumputan. Rasa penasarannya membuat ia membuka karung tersebut.

"Saat itulah diketahui di dalam karung itu ada mayat bayi yang dibungkus kain," ujarnya.

Usai melihat isi karung, Tumi memanggil anaknya, SM (34). Jasad bayi itu kemudian dibawa ke rumah. Saat keluarga mendesak penjelasan, SM mengaku bahwa bayi tersebut adalah anak yang baru ia lahirkan.

"Pada jasad bayi itu dibuka ada kain hijau yang membelit leher. Adanya ketidakwajaran itu akhirnya kasus tersebut tadi malam dilaporkan ke polisi," kata Eko.

Satreskrim Polres Trenggalek bersama Kedokteran Forensik Polda Jatim melakukan pembongkaran makam untuk proses autopsi demi memastikan penyebab kematian.

"Kami ingin memastikan penyebab kematian korban," jelasnya.

Penyelidikan awal menemukan adanya bekas jeratan di leher serta beberapa memar lain yang mengarah pada dugaan kekerasan.

"Di leher itu ada memar. Kami meyakini bayi ini meninggal tidak wajar, namun untuk kepastiannya masih menunggu hasil autopsi," ujarnya.

Meski SM diduga sebagai pelaku, polisi belum dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kondisi kesehatannya disebut masih labil.

"SM masih belum bisa diperiksa, sering pingsan. Sehingga kami belum mendapatkan keterangan tentang kronologis dan motif dari kejadian ini," jelasnya.

Saat ini SM masih menjalani perawatan di RSUD Panggul. Pemeriksaan akan dilakukan setelah kondisi kesehatannya membaik. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow