Polisi Identifikasi Pelaku Pembacokan Debt Collector di Jombang

Penyidik masih mendalami dua kemungkinan: apakah penyerangan tersebut berkaitan dengan profesi korban sebagai penagih utang atau dipicu oleh dendam pribadi.

05 Feb 2026 - 16:30
Polisi Identifikasi Pelaku Pembacokan Debt Collector di Jombang
Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Fredi/SJP)

JOMBANG, SJP — Kepolisian Resor (Polres) Jombang berhasil mengidentifikasi identitas dan lokasi persembunyian pelaku penyerangan sadis terhadap seorang debt collector yang terjadi di Dusun Kayen, Desa Kayangan, Kecamatan Diwek. 

Saat ini, tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) tengah melakukan pengejaran intensif terhadap terduga pelaku yang kini berstatus buron.

Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, menegaskan bahwa pihaknya telah memetakan profil lengkap terduga pelaku. 

Informasi mengenai domisili pelaku juga telah dikantongi berdasarkan hasil pengembangan penyelidikan dan keterangan sejumlah saksi.

"Identitas dan tempat tinggal terduga pelaku sudah kami kantongi. Fokus utama kami saat ini adalah melakukan penangkapan," ujar AKP Dimas saat dikonfirmasi, Kamis (5/2/2026).

Meski demikian, AKP Dimas menduga pelaku telah meninggalkan kediamannya sesaat setelah aksi penganiayaan tersebut. 

"Berdasarkan analisis psikologis, setelah melakukan tindak pidana, pelaku cenderung melarikan diri untuk menghindari petugas," imbuhnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum dapat memastikan motif di balik penyerangan tersebut. Minimnya keterangan dari korban, Dian Bayu Prakoso (37), yang masih menjalani perawatan intensif akibat luka tusuk dan robek di tubuhnya, menjadi salah satu kendala dalam mengungkap latar belakang kejadian.

Penyidik masih mendalami dua kemungkinan: apakah penyerangan tersebut berkaitan dengan profesi korban sebagai penagih utang atau dipicu oleh dendam pribadi. 

"Kami belum bisa mendalami detail masalahnya karena kondisi korban belum memungkinkan untuk diperiksa secara komprehensif," jelas dia.

Peristiwa berdarah ini terjadi pada Senin (26/1/2026) sekitar pukul 12.00 WIB di sebuah gang pemukiman warga. Korban mengaku telah dibuntuti sejak pagi sebelum akhirnya pelaku berpura-pura menanyakan alamat untuk menjebak korban.

Saksi mata di lokasi, Yuli Fitriani (41), mengungkapkan bahwa warga baru menyadari adanya aksi kekerasan setelah mendengar keributan. 

"Kami menemukan korban sudah tergeletak bersimbah darah. Pelaku langsung melarikan diri saat warga mulai berdatangan," ungkapnya.

Meski sempat dikejar oleh ketua RT setempat, pelaku berhasil meloloskan diri. Di lokasi kejadian perkara (TKP), polisi mengamankan sejumlah barang bukti penting milik pelaku, antara lain satu bilah senjata tajam (pisau), satu unit telepon genggam dan helm dan kacamata. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow