Polisi Dalami Penyebab Kematian Pemuda Mojokerto di Cangar
Polisi masih menyelidiki penyebab kematian pemuda asal Mojokerto berinisial MMA (24) yang ditemukan di kawasan Jembatan Cangar, Batu, Kamis (9/4/2026).
BATU, SJP – Seorang pemuda asal Mojokerto ditemukan meninggal dunia di kawasan Jembatan Cangar, Kota Batu, Jawa Timur. Kepolisian hingga kini masih menyelidiki penyebab pasti kejadian tersebut, termasuk kemungkinan motif yang melatarbelakanginya.
Korban berinisial MMA (24), warga Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Peristiwa ini sempat menjadi perhatian publik setelah rekaman video sebelum kejadian beredar di media sosial.
Kasatreskrim Polres Batu AKP Joko Suprianto membenarkan bahwa korban dalam video tersebut adalah MMA. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diduga meninggal akibat jatuh dari ketinggian.
“Cedera yang ditemukan mengarah kuat pada dugaan korban jatuh dari ketinggian jembatan,” kata Joko, Kamis (9/4/2026).
Hingga saat ini, motif di balik kejadian tersebut masih dalam penyelidikan. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk pihak keluarga korban.
Dari keterangan keluarga, korban diketahui tidak memiliki konflik berarti di lingkungan rumah. Ia juga bekerja di sebuah percetakan, sehingga dugaan faktor ekonomi dinilai kecil.
Namun demikian, polisi masih membuka kemungkinan adanya persoalan pribadi yang belum terungkap. Pendalaman terus dilakukan, termasuk melalui barang bukti yang telah diamankan.
“Salah satu barang bukti berupa ponsel yang diduga menyimpan petunjuk penting masih terkunci dengan sandi, sehingga proses pendalaman masih terus kami lakukan,” ungkap Joko.
Sebelumnya, jasad korban ditemukan di dasar jurang kawasan Jembatan Kembar Cangar pada Selasa, 31 Maret 2026 sekitar pukul 13.00 WIB. Kondisi korban mengalami luka serius yang menguatkan dugaan jatuh dari ketinggian.
Polisi memastikan penyelidikan akan terus dilakukan untuk mengungkap secara menyeluruh peristiwa tersebut.
Pesan Dukungan
Peristiwa seperti ini menjadi pengingat bahwa setiap orang bisa menghadapi tekanan dalam hidup, meskipun tidak selalu terlihat dari luar. Penting bagi kita untuk saling peduli dan tidak ragu untuk berbagi cerita dengan orang terdekat saat menghadapi kesulitan.
Jika merasa terbebani, mencari bantuan bukanlah tanda kelemahan, melainkan langkah berani untuk menjaga diri. Dukungan dari keluarga, teman, maupun tenaga profesional dapat membantu melewati masa sulit.
Semoga kita semua lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan dapat saling menguatkan satu sama lain.
Sumber: Beritasatu.com
Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

